PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Rata-rata pengeluaran warga Kabupaten Pangandaran, untuk membeli atau berbelanja makanan hanya sampai ratusan ribu saja. Secara spesifik, biaya untuk rokok relatif lebih tinggi dibandingkan dengan buah-buahan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran, melalui dokumen Kabupaten Pangandaran Dalam Angka tahun 2026 dijelaskan, bahwa rata-rata warga Pangandaran mengeluarkan Rp 764.611 ribu per kapita per bulan di tahun 2025.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2024 lalu, dimana angka pengeluaran untuk belanja makanan sebesar Rp 720.756 ribu per kapita per bulan.
Baca Juga:Lumba-Lumba Terdampar dan Mati di Pantai Timur PangandaranBeringin Tasikmalaya Mencari Pewaris!
Bila dipresentasikan, rata-rata warga Kabupaten Pangandaran mengeluarkan 55,38 persen dari total keseluruhan pendapatan mereka, untuk membeli makanan.
Warga membelanjakan uang mereka paling banyak untuk membeli makanan dan minuman jadi, yakni sebesar Rp 215.103 ribu per kapita per bulan.
Kemudian Rp 104.797 ribu per kapita per bulan, untuk membeli makanan pokok seperti beras.
Hal yang paling menarik adalah, warga Pangandaran membelanjakan rata-rata uang mereka untuk membeli rokok sebesar Rp 103.427 ribu per bulannya. Hampir menyamai pengeluaran untuk membeli beras.
Pengeluaran untuk membeli rokok ini lebih besar dibandingkan untuk membeli sayur-sayuran dan juga buah-buahan. Dimana untuk pengeluaran sayuran, warga hanya menyisihkan Rp 67.748 ribu per kapita per bulan. Sementara untuk buah-buahan sebesar Rp 47.894 ribu per kapita per bulan.
Pengeluaran untuk non makanan di tahun 2025 hanya Rp 615.978 ribu per kapita per bulan, atau 44,62 persen dari pendapatan secara keseluruhan.
Salah seorang warga Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Ratiah (30) mengatakan, rata-rata warga yang tinggal di perkampungan atau desa, pasti memiliki lahan sawah atau kebun. Sehingga jarang membeli kebutuhan pokok seperti beras.
Baca Juga:Jejak Panjang Nandang Suryana!KADIN Kota Tasikmalaya! Kursi Belum Diperebutkan, Tapi Bayangannya Sudah Ada
“Paling kebanyakan untuk membeli kebutuhan lain, seperti bumbu dapur, ikan dan daging, itu juga jarang kalau untuk daging,” ujarnya Senin (10/8/2026).
Namun ia tidak menampik, jika ada warga di perkampungan yang membeli beras setiap.bulanya.
“Paling yang tidak punya sawah, itu juga jumlahnya tidak banyak. Biasanya mereka juga suka buburuh ke warga yang punya sawah,” ujarnya.
Ketua Tim Statistik BPS Pangandaran Kosasih mengatakan data pengeluaran warga tersebut berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
