PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Selain kurangnya suplai air, serangan hama wereng juga menjadi salah satu penyebab rusaknya tanaman padi di Pangandaran. Hal ini merupakan salah satu persoalan yang dialami para petani.
Kepala Desa Paledah Kecamatan Padaherang Yanto mengatakan, persoalan hama menjadi satu keluhan yang banyak disampaikan petani di wilayahnya.
Dari berbagai jenis hama yang muncul, wereng coklat menjadi yang paling banyak diperbincangkan petani tahun ini. “Yang dibahas sekarang ramai oleh masyarakat dari petani itu wereng, wereng coklat. Yang lain-lain belum. Dulu pernah ada kupu-kupu putih, ada lagi semacam ulat. Tapi untuk tahun ini yang ramai baru wereng,” ucapnya dalam keterangan Senin (10/8/2026).
Baca Juga:Lumba-Lumba Terdampar dan Mati di Pantai Timur PangandaranBeringin Tasikmalaya Mencari Pewaris!
Kata dia, banyak tanaman padi yang sedang tumbuh malah mati, daunya menguning, gara-gara serangan hama wereng coklat tersebut.
Kepala Desa Maruyungsari Tusiman mengatakan, serangan hama walang sangit juga masih menjadi ancaman bagi tanaman padi, terutama ketika memasuki fase pengisian bulir. “Hama walang sangit itu ada, dan biasanya diatasi dengan disemprot petani,” ujarnya.
Menurutnya, serangan walang sangit sejauh ini masih dapat ditangani petani. Namun, keberadaan hama tersebut tetap menjadi kekhawatiran karena berpotensi menekan produktivitas tanaman padi.
“Jadi, meskipun sekarang tidak kebanjiran, hama walang sangit menjadi bayangan bagi petani. Tapi insyaallah masih bisa ditangani,” katanya.
Salah seorang petani Suhdi (70) memaparkan, serangan hama memang terjadi di beberapa wilayah, namun tidak separah beberapa tahun kebelakang.”Kalau gak salah tahun 2024, itu sangat parah dibanding tahun ini,” ucapnya.(Deni Nurdiansah)
Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
SAWAH. Lahan sawah di Parigi Kabupaten pangandaran yang baru dipanen para petani, Senin (10/8/2026).
