TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dorongan agar Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya, H Enjang Bilawini, maju dalam kontestasi Pilwalkot Tasikmalaya mulai mendapat penegasan dari internal partai.
Bappilu DPC PPP Kota Tasikmalaya H Ajat Sudrajat menyebut Enjang memiliki potensi untuk maju.
Namun, PPP masih harus melewati sejumlah tahapan politik sebelum langkah tersebut benar-benar menjadi keputusan pencalonan.
Baca Juga:Kepergok Bawa Kunci T, Dua Pelaku Curanmor Asal Garut Dibekuk Polisi di Jalanan Kota Tasikmalaya50 Anggota Pramuka Kota Tasikmalaya Dilepas ke Jambore Nasional, Jaga Wajah Daerah
Ajat menilai potensi kemenangan Enjang cukup terbuka jika melihat berbagai aspek yang dimiliki figur tersebut.
“Potensinya besar. Tapi seberapa besar adanya itu masih perlu pembuktian, karena masih ada beberapa tahapan,” ujar Ajat kepada Radar, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, Enjang memiliki sejumlah modal yang membuatnya layak diperhitungkan dalam bursa calon wali kota.
Salah satunya pengalaman politik setelah empat periode duduk sebagai anggota DPR.
“Persyaratan umum sudah ada pada beliau. Kapasitas beliau sudah terbukti di dewan empat periode, cukup untuk di pemerintahan,” katanya.
Ajat juga menyebut faktor keluarga dan berbagai persyaratan lain turut menjadi pertimbangan internal PPP dalam melihat peluang Enjang.
Namun, dorongan tersebut belum otomatis menjadi tiket menuju Pilwalkot.
Ajat mengingatkan bahwa politik memiliki sifat dinamis dan keputusan akhir tetap berada dalam mekanisme partai.
Baca Juga:KDRT dan Festival Orkes Melayu Jadi Panggung Hiburan RT/RW se-Kota Tasikmalaya, 40 Pedangdut Adu BakatPNS Kota Tasikmalaya Dipercaya Kawal Protokol Presiden di Jamnas XI 2026
“Namanya juga politik ya, segalanya masih bisa berubah,” terangnya.
Menariknya, Ajat menyebut terdapat mekanisme khusus dalam proses penjaringan calon kepala daerah apabila figur yang maju merupakan ketua DPC.
Menurut dia, pada kondisi tertentu penjaringan dapat ditiadakan ketika ketua DPC menjadi kandidat yang didorong partai.
Jika ketentuan tersebut masih berlaku saat tahapan Pilkada tiba, Enjang memiliki ruang lebih besar untuk melangkah.
“Penjaringan itu ditiadakan ketika Ketua DPC yang maju mencalonkan. Jadi peluangnya besar lah, paling tidak untuk penjaringan,” katanya.
Dengan demikian, karpet politik untuk Enjang mulai digelar, meski garis finis pencalonan masih cukup jauh.
PPP tetap harus menghitung peta kekuatan, dukungan internal hingga peluang kemenangan.
Ajat menegaskan PPP tidak realistis jika harus berjalan sendirian dalam Pilwalkot Tasikmalaya.
“Kalau untuk saat ini harus koalisi. Wajib. Kita main sendirian mah berat,” tegasnya.
