KDRT dan Festival Orkes Melayu Jadi Panggung Hiburan RT/RW se-Kota Tasikmalaya, 40 Pedangdut Adu Bakat

KDRT RT RW Kota Tasikmalaya
Para juara Festival Orkes Melayu se-Kota Tasikmalaya dan KDRT ARWT di Studio Radar TV, Minggu malam (9/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah padatnya tugas RT/RW sebagai mitra pemerintah di tingkat kewilayahan, ruang hiburan menjadi cara lain untuk menjaga semangat para pengurus lingkungan.

Hal itu tergambar dalam gelaran Kontes Dangdut RT/RW (KDRT) se-Kota Tasikmalaya yang memasuki babak final di Studio Radar TV, Minggu (9/8/2026) malam.

KDRT tahun ini merupakan gelaran ketiga yang digelar DPC Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga (ARWT) Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:PNS Kota Tasikmalaya Dipercaya Kawal Protokol Presiden di Jamnas XI 2026Senam Fatayat NU Kota Tasikmalaya Tak Sekadar Gerak, Kata Diky Candra Banyak Manfaat untuk Keluarga

Berbeda dari tahun sebelumnya, penyelenggaraan kali ini dirangkai dengan Festival Orkes Melayu.

Ketua DPC ARWT Kota Tasikmalaya, Odang Saepudin, mengatakan sebanyak 40 peserta mengikuti KDRT.

Sementara untuk Festival Orkes Melayu, sebanyak 13 grup lolos dari tahap audisi.

Menurut Odang, peserta KDRT berasal dari RT/RW aktif yang masih menjalankan tugasnya di wilayah masing-masing.

“RT/RW sesuai tupoksinya Perwalkot 20/2024 sangat berat. Kalau digabungkan, ada berbagai urusan pemerintahan, pembangunan, sosial hingga keamanan yang harus mereka ikut tangani,” kata Odang.

Karena itu, menurut dia, Festival Orkes Melayu dan KDRT tidak semata-mata mencari juara.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi RT/RW untuk sejenak melepas penat sekaligus mempererat silaturahmi antarpengurus kewilayahan.

Baca Juga:PPP Bidik 15 Kursi di Pemilu 2029, Enjang Bilawini Mulai Didorong Jadi Calon Wali Kota TasikmalayaLumpat Bungah SDN 2 Kersanagara Kota Tasikmalaya Dorong Siswa Rajin Olahraga dan Peduli Lingkungan

“Otak kiri dan otak kanan harus jalan. Dengan tupoksi yang sedemikian rumitnya di RT/RW, mudah-mudahan mereka tetap ingin membangun wilayahnya,” ujarnya.

Odang menekankan, pengurus RT/RW tetap harus menjalankan tugas dengan sabar dan ikhlas.

Termasuk mendorong partisipasi serta pemberdayaan masyarakat di lingkungannya.

Menurutnya, kegiatan yang digelar bertepatan dengan momentum HUT Kemerdekaan RI itu ke depan diharapkan dapat dikaitkan pula dengan HUT Kota Tasikmalaya.

Selain menjadi panggung hiburan, KDRT juga menjadi ruang silaturahmi.

Para ketua RT/RW dari berbagai kecamatan dapat bertemu, bertukar informasi dan mengetahui kondisi wilayah masing-masing.

“Silaturahmi yang utama. Mereka bisa bertemu RT/RW dari Tamansari, begitu pun yang lainnya. Sambil menyampaikan kondisi di masing-masing wilayah. Ini hikmah dari kegiatan ini,” katanya.

Final KDRT yang berlangsung Minggu malam pun mendapat antusiasme dari peserta dan penonton.

0 Komentar