TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Aktivitas olahraga anak-anak tidak melulu harus berlangsung dalam suasana serius.
SDN 2 Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, mengemasnya melalui kegiatan Lumpat Bungah yang memadukan olahraga, kebersamaan, pendidikan karakter hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Lumpat Bungah tersebut digelar Sabtu (8/8/2026) mulai pukul 06.00 WIB di Lapangan Kelurahan Kersanagara. Pesertanya melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6.
Baca Juga:Komentar Pegawai RSUD Jadi Alarm Pembenahan Kultur Birokrasi di Kota TasikmalayaDugaan Asusila Tukang Bakso di Tasikmalaya Masih Abu-Abu, Polisi Olah TKP Ulang untuk Bongkar Fakta
Kepala SDN 2 Kersanagara, Rina Nurlina SPd, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan budaya hidup sehat sekaligus membangun karakter positif peserta didik.
“Tujuan dari kegiatan Lumpat Bungah ini yaitu untuk menanamkan budaya hidup sehat, berkarakter baik, dan mempererat kebersamaan antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat,” kata Rina kepada Radar.
Menurut dia, seluruh jenjang kelas mengikuti kegiatan dengan jarak tempuh yang disesuaikan dengan kemampuan siswa.
Untuk siswa kelas 1, 2 dan 3 menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer. Sedangkan siswa kelas 4, 5 dan 6 menempuh jarak sekitar 3 kilometer.
Konsep tersebut membuat aktivitas olahraga tidak terasa seperti sekadar kewajiban.
Anak-anak diajak bergerak bersama, berlari, sekaligus menikmati suasana kebersamaan.
Rina berharap kegiatan Lumpat Bungah tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
Langkah kaki yang dilakukan anak-anak pada pagi hari diharapkan menjadi awal pembiasaan hidup sehat dan membentuk mental yang kuat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah menuju peserta didik yang sehat jasmani, kuat mental dan siap meraih prestasi,” harapnya.
Tokoh masyarakat setempat yang juga anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Elan Jaelani, mengapresiasi kegiatan Lumpat Bungah yang digelar SDN 2 Kersanagara.
Baca Juga:RSUD dr Soekardjo Kekurangan Dokter Spesialis, Pemkot Tasikmalaya Gandeng Unpad Percepat SolusiModus Titip Limit Paylater Rugikan Warga Tasikmalaya-Ciamis Rp500 Juta, OJK dan Polisi Ungkap Pelaku
Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan siswa sejak kelas 1 hingga kelas 6 tersebut menjadi bentuk pendidikan olahraga sejak usia dini.
Anak-anak juga terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Ini sangat langka dilakukan. Khususnya kami apresiasi SD Kersanagara 2 yang mengadakan Lumpat Bungah,” tutur Elan.
Tak hanya berlari, kegiatan tersebut juga dikemas dengan aktivitas lain seperti senam dan memungut sampah.
Peserta yang meraih juara juga mendapatkan penghargaan.
Bagi Elan, kombinasi olahraga dan kepedulian lingkungan menjadi nilai tambah.
Anak-anak tidak hanya diajak menggerakkan badan, tetapi juga dibiasakan menjaga lingkungan sekitar.
