TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di balik hadirnya sejumlah inovasi pelayanan di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, persoalan ketersediaan dokter spesialis masih menjadi catatan yang belum selesai.
Pemerintah Kota Tasikmalaya pun mulai menyusun langkah percepatan agar layanan kesehatan tidak terus dibayangi antrean panjang akibat keterbatasan sumber daya manusia.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, hasil evaluasi saat mengunjungi RSUD dr Soekardjo menunjukkan pelayanan terus berbenah, baik dari sisi infrastruktur maupun inovasi.
Baca Juga:Modus Titip Limit Paylater Rugikan Warga Tasikmalaya-Ciamis Rp500 Juta, OJK dan Polisi Ungkap PelakuBNN Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Generasi Muda Jadi Target Empuk Sindikat Digital
Namun, kebutuhan dokter spesialis tetap menjadi persoalan yang harus segera ditangani.
“Kami akan memastikan ketersediaan dokter spesialis di RSUD dr Soekardjo. Salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad),” ujar Viman kepada Radar, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, dokter yang mendapatkan rekomendasi untuk menempuh pendidikan spesialis nantinya akan diarahkan agar mengabdi di RSUD dr Soekardjo setelah menyelesaikan pendidikan.
Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah.
Selain itu, Pemkot juga akan menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan guna memetakan kebutuhan dokter spesialis di seluruh fasilitas kesehatan.
Dengan pemetaan tersebut, kebutuhan tenaga medis diharapkan dapat dipenuhi secara lebih terarah.
Di sisi lain, Viman mengungkapkan pihaknya tengah mendorong agar rencana pembangunan dan pengembangan RSUD dr Soekardjo, termasuk pembangunan poliklinik, dapat masuk dalam perencanaan nasional melalui Bappenas.
Baca Juga:Bus Serempet Honda Revo di Ciawi Tasikmalaya, Diduga Lalai Saat Kembali Masuk Jalur Komentar Viral Pegawai RSUD Kota Tasikmalaya Jadi Alarm, Viman: Semua Pegawai Bakal Dibina Bermedia Sosial
Upaya tersebut diharapkan menjadi jalan percepatan pengembangan layanan kesehatan di Kota Tasikmalaya.
Meski demikian, rumah sakit juga mulai menghadirkan sejumlah inovasi pelayanan.
Salah satunya layanan pengiriman obat kepada pasien melalui jasa ekspedisi sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit setelah menjalani pemeriksaan.
Namun, Viman meminta agar biaya pengiriman obat tersebut dapat dibuat lebih terjangkau sehingga manfaat inovasi benar-benar dirasakan masyarakat.
Inovasi lain yang tengah disiapkan yakni layanan informasi ketersediaan darah melalui aplikasi digital yang akan terintegrasi dengan aplikasi i-Komp.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat memantau stok darah sekaligus memperoleh informasi kegiatan donor darah secara lebih mudah.
RSUD dr Soekardjo juga akan meluncurkan layanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau cuci darah mandiri.
