RSUD dr Soekardjo Kekurangan Dokter Spesialis, Pemkot Tasikmalaya Gandeng Unpad Percepat Solusi

RSUD dr Soekardjo kekurangan dokter spesialis
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan saat meninjau berbagai fasilitas di RSUD dr Soekardjo, Kamis sore (6/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Layanan ini menjadi alternatif bagi pasien gagal ginjal mengingat antrean layanan hemodialisis masih cukup tinggi.

“Layanan CAPD ini menjadi inovasi baru di Kota Tasikmalaya. Harapannya dapat membantu mengurangi antrean pasien hemodialisis,” kata Viman.

Di tengah penguatan pelayanan, Pemkot juga melakukan evaluasi terhadap pembinaan aparatur rumah sakit menyusul adanya pegawai yang sebelumnya membuat pernyataan tidak pantas di media sosial.

Baca Juga:Modus Titip Limit Paylater Rugikan Warga Tasikmalaya-Ciamis Rp500 Juta, OJK dan Polisi Ungkap PelakuBNN Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Generasi Muda Jadi Target Empuk Sindikat Digital

Menurut Viman, fokus pemerintah bukan semata pada pemberian sanksi, melainkan pembinaan agar seluruh pegawai lebih bijak dalam berperilaku, baik di ruang digital maupun kehidupan sehari-hari.

Sejumlah inovasi memang mulai bermunculan. Namun di balik deretan terobosan itu, satu pekerjaan rumah masih menunggu dituntaskan: menghadirkan dokter spesialis yang cukup.

Sebab, secanggih apa pun inovasi layanan, pelayanan kesehatan tetap bergantung pada ketersediaan tenaga medis yang menjadi ujung tombaknya. (Rezza Rizaldi)

0 Komentar