“Harapannya ke depan harus ditularkan ke sekolah yang lain sehingga anak-anak rajin berolahraga, khususnya dalam Lumpat Bungah,” pesannya.
Ia menilai antusiasme anak-anak menjadi modal penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Dengan konsep tersebut, Lumpat Bungah menjadi semacam pengingat bahwa membentuk generasi sehat tak harus menunggu mereka dewasa.
Baca Juga:Komentar Pegawai RSUD Jadi Alarm Pembenahan Kultur Birokrasi di Kota TasikmalayaDugaan Asusila Tukang Bakso di Tasikmalaya Masih Abu-Abu, Polisi Olah TKP Ulang untuk Bongkar Fakta
Cukup dimulai dari langkah kecil, berlari bersama, dan sesekali memungut sampah yang berserakan.
Sebab, kalau sejak kecil sudah terbiasa bergerak dan peduli lingkungan, prestasi bukan sekadar tulisan di spanduk kegiatan.
Lumpat Bungah ini diawali dengan senam bersama, lari, pembagian hadiah dan ditutup dengan hiburan Calung. (rezza rizaldi)
