TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kalau ada kendaraan yang paling mengajarkan manusia untuk tidak buru-buru, mungkin jawabannya Vespa.
Motor lain mengejar kecepatan. Vespa mengejar kenangan. Motor lain kalau gas ditarik ingin segera sampai. Vespa kadang baru jalan setelah diajak bicara baik-baik.
Tapi justru karena itulah Vespa punya keluarga. Bukan keluarga karena hubungan darah. Bukan pula karena satu alamat rumah.
Baca Juga:UMB Bangun Mitra Vokasi Unggulan Bersama Industri, Fasilitasi Siswa SMK dan Mahasiswa untuk BekerjaAngklung Pelajar SDN 1 Rahayu Tasikmalaya Mewarnai Peringatan Kemerdekaan Sambil DilestarikanÂ
Keluarga itu bernama komunitas. Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, empat komunitas Vespa di Tasikmalaya berkumpul dalam acara Camping Ceria di Bukit Nangreu, Galunggung pada Sabtu Malam 29 Agustus 2026.
Temanya sederhana, tetapi dalam: Satu Vespa, Satu Tujuan dan Satu Keluarga. Empat komunitas itu adalah Baraya Scooter Tasikmalaya, Manonjaya Vespa, Scooter Tasikmalaya Club, dan Vespa Freedom Club Indonesia.
Kalau dipikir-pikir, temanya memang agak berbahaya. Satu Vespa belum tentu satu merek pikiran. Satu tujuan belum tentu satu jalan. Tetapi kalau sudah merasa satu keluarga, jalan yang berbeda tidak lagi menjadi masalah.
Vespa pun berangkat. Bukan untuk balapan. Karena kalau balapan, mungkin panitianya harus menyediakan waktu sampai besok pagi.
Berangkat dari Makam Pahlawan Sabtu pukul 11.00, para peserta berkumpul di titik kumpul Makam Pahlawan. Tempat yang tepat untuk memulai perjalanan kemerdekaan.
Sebab sebelum menikmati kemerdekaan, orang harus ingat siapa yang memperjuangkannya. Dari sana, pukul 12.30, rombongan berangkat menuju Bukit Nangreu.
Vespa-Vespa berjalan menuju Galunggung. Ada yang mesinnya halus. Ada yang suaranya agak keras. Ada pula yang mungkin perlu diyakinkan terlebih dahulu bahwa perjalanan kali ini memang serius.
Baca Juga:Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Punya 20 Hektare, Berpeluang Jadi Pusat Distribusi Priangan TimurPengemudi Ojol di Tasikmalaya Dijerat Tali Saat Antar Penumpang, Motor Gagal Dirampas
Tetapi begitulah Vespa. Kalau semuanya sempurna, mungkin namanya bukan Vespa. Sebab dalam kehidupan, yang membuat perjalanan menarik bukan kendaraan yang selalu sehat.
Tetapi teman yang selalu siap membantu ketika kendaraan sedang sakit. Sesampainya di lokasi, pukul 15.00 hingga 17.30, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan berbagai perlombaan antarklub.
Di sini persaudaraan diuji dengan cara yang sehat. Teman menjadi lawan. Lawan menjadi teman lagi. Yang kalah tertawa. Yang menang lebih banyak tertawa. Dan yang paling penting, tidak ada yang membawa kekalahan pulang ke rumah.
