Mereka juga sudah belajar bahwa sesuatu yang tua bukan berarti tidak berguna. Kadang justru yang tua punya cerita paling banyak.
Ada sesuatu yang menarik dari acara tersebut. Vespa bukan sekadar kendaraan. Ia menjadi alasan orang bertemu. Dari kendaraan, lahirlah komunitas. Dari komunitas, lahirlah persahabatan. Dari persahabatan, lahirlah keluarga.
Mungkin itu sebabnya tema Satu Vespa, Satu Tujuan, Satu Keluarga terasa lebih dari sekadar slogan. Satu Vespa berarti ada kendaraan yang menyatukan.
Baca Juga:UMB Bangun Mitra Vokasi Unggulan Bersama Industri, Fasilitasi Siswa SMK dan Mahasiswa untuk BekerjaAngklung Pelajar SDN 1 Rahayu Tasikmalaya Mewarnai Peringatan Kemerdekaan Sambil DilestarikanÂ
Satu tujuan berarti ada perjalanan yang ingin ditempuh bersama. Satu keluarga berarti ketika salah satu berhenti, yang lain ikut berhenti.
Bukan karena harus. Tetapi karena tidak tega meninggalkan. Begitulah seharusnya sebuah perjalanan.
Bukan siapa yang paling cepat sampai. Tetapi siapa yang tetap bersama sampai tujuan. Malam semakin larut. Udara Galunggung semakin dingin. Pohon-pohon pinus berdiri diam. Bulan purnama masih terang.
Di bawahnya, orang-orang yang mungkin sehari-hari berbeda pekerjaan, berbeda usia, berbeda klub, bahkan berbeda karakter, duduk dalam lingkaran yang sama. Mereka tertawa. Mereka bercanda. Mereka bernyanyi. Mereka berbagi cerita.
Dan untuk beberapa jam, dunia terasa sederhana. Tidak ada jabatan. Tidak ada kepentingan. Tidak ada persaingan. Hanya ada Vespa dan persaudaraan.
Mungkin memang begitulah kemerdekaan yang sesungguhnya. Bukan hanya bebas dari penjajahan. Tetapi juga bebas untuk berkawan tanpa harus bertanya:
“Kamu dari klub mana?” Cukup bertanya: “Vespamu sehat?” Kalau jawabannya, “Agak batuk.” Maka seluruh keluarga biasanya tahu apa yang harus dilakukan.
Baca Juga:Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Punya 20 Hektare, Berpeluang Jadi Pusat Distribusi Priangan TimurPengemudi Ojol di Tasikmalaya Dijerat Tali Saat Antar Penumpang, Motor Gagal Dirampas
Mencari mekanik. Sebab di keluarga Vespa, mesin boleh mogok. Persaudaraan jangan. Dan di Bukit Nangreu malam itu, empat komunitas membuktikannya: Satu Vespa. Satu tujuan. Satu keluarga. Selebihnya? Biarkan bulan purnama yang menjadi saksi. (red)
