Angklung Pelajar SDN 1 Rahayu Tasikmalaya Mewarnai Peringatan Kemerdekaan Sambil Dilestarikan 

pelestarian angklung anak di Sambongpari Tasikmalaya
Penampilan puluhan pelajar SDN 1 Rahayu saat puncak peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 di Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Sabtu sore (29/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 di Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, tak sekadar diisi hiburan.

Puncak kegiatan yang berlangsung Sabtu sore (29/8/2026) itu turut menghadirkan penampilan angklung anak-anak sebagai bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan kesenian tradisional.

Puluhan siswa sekolah dasar tampil memainkan angklung di hadapan warga. Penampilan tersebut menjadi salah satu warna dalam rangkaian pentas seni yang melibatkan berbagai unsur masyarakat Kelurahan Sambongpari.

Baca Juga:Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Punya 20 Hektare, Berpeluang Jadi Pusat Distribusi Priangan TimurPengemudi Ojol di Tasikmalaya Dijerat Tali Saat Antar Penumpang, Motor Gagal Dirampas

Guru SDN 1 Rahayu, Iis Istikomah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk menyambut momentum kemerdekaan dengan penuh tanggung jawab sekaligus belajar mencintai kesenian daerah.

“Untuk masa depan anak-anak, supaya menyambut 17 Agustus dengan seksama dan penuh rasa tanggung jawab,” kata Iis.

Menurutnya, anak-anak yang tampil sudah diperkenalkan dengan angklung sejak duduk di kelas 2 SD. Kini, sebagian dari mereka telah duduk di kelas 4.

Iis menyebut, sekitar 30 hingga 40 anak ikut terlibat dalam penampilan angklung tersebut.

“Untuk belajar dan melestarikan angklung,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan angklung di kalangan generasi muda tidak berhenti sebatas tampil dalam acara peringatan kemerdekaan.

Sebaliknya, kesenian tersebut diharapkan terus berkembang dan mendapat tempat di masa depan.

“Mudah-mudahan angklung lebih ke depan lagi, lebih cemerlang, lebih sukses,” tutur Iis.

Baca Juga:Pria 81 Tahun di Tasikmalaya Meninggal Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter saat Bersihkan SampahOJK Tasikmalaya Terus Dorong Pelajar Rajin Menabung, Rp5,5 Miliar Terkumpul dari 29 Ribu Rekening

Penampilan anak-anak tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan gegap gempita, tetapi juga bisa diisi dengan menjaga warisan budaya.

Sebab, jangan sampai generasi muda hafal lagu-lagu kekinian, tetapi justru gagap ketika ditanya alat musik tradisional dari daerahnya sendiri.

Sementara itu, Lurah Sambongpari, Reny Nuraeny, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia mengaku baru beberapa bulan menjalankan tugas sebagai lurah definitif dan berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat untuk menghidupkan kegiatan di wilayahnya.

Reny mengatakan kegiatan kreasi seni tersebut merupakan bagian dari upaya meramaikan lingkungan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi.

Kegiatan juga direncanakan berlanjut dengan melibatkan kelompok masyarakat lainnya, termasuk ibu-ibu Posyandu dan PKK.

“Sekarang acara kreasi seni untuk anak-anak, nanti dilanjutkan lagi untuk ibu-ibu Posyandu dan ibu-ibu PKK,” tuturnya.

0 Komentar