Pria 81 Tahun di Tasikmalaya Meninggal Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter saat Bersihkan Sampah

pria 81 tahun jatuh dari kanopi
Proses evakuasi jenazah pria 81 tahun di Tasikmalaya yang jatuh dari ketinggian 7 meter, Sabtu (29/8/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Seorang pria berusia 81 tahun, Toto, meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari atas kanopi sebuah ruko kosong di Jalan Rajapolah, Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/8/2026).

Korban diduga terjatuh saat sedang membersihkan sampah dedaunan kering di atas kanopi ruko yang berada di sekitar pintu rel kereta api.

Pamapta I Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jonih Jonansa membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya, benar,” kata Jonih saat dikonfirmasi.

Baca Juga:OJK Tasikmalaya Terus Dorong Pelajar Rajin Menabung, Rp5,5 Miliar Terkumpul dari 29 Ribu RekeningPKL Jogging Track Dadaha Tasikmalaya Ditertibkan, Warga Setuju Tapi Harus Ada Relokasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, korban diketahui sedang bekerja membersihkan dedaunan kering di atas kanopi ruko kosong.

Seorang saksi yang berada di sekitar lokasi sempat melihat korban bekerja di atas kanopi. Namun, sekitar pukul 12.00 WIB, korban sudah tidak terlihat.

Saksi kemudian mencari keberadaan korban. Korban ditemukan sudah tergeletak dalam kondisi telungkup di bagian belakang ruko.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada saksi lainnya dan warga sekitar. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban diduga terpeleset dan jatuh dari atas kanopi. Rangka baja penyangga kanopi juga ditemukan dalam kondisi patah, diduga akibat terinjak korban.

Korban diperkirakan jatuh dari ketinggian sekitar 7 meter. Saat terjatuh, bagian belakang kepala korban diduga lebih dahulu membentur batu yang berada di bawah kanopi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian belakang kepala hingga menyebabkan tulang tengkorak retak atau pecah. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Baca Juga:Jaga Kota Tasikmalaya Tetap Kondusif, Kapolres dan MUI Perkuat Sinergi di Tengah Dinamika BangsaBukan Pemurtadan, ini Kronologi Rombongan Warga Cibeureum Tasikmalaya ke Jakarta!

Petugas kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan membuat surat pernyataan terkait penolakan tersebut.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. (rezza rizaldi)

0 Komentar