CIAMIS, RADARTASIK.ID – Galendo menjadi salah satu makanan khas legendaris Kabupaten Ciamis yang lahir dari melimpahnya komoditas kelapa. Kuliner berbahan dasar endapan santan kelapa ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Ciamis.
Galendo telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Karena itu, keberadaannya terus didorong untuk berkembang melalui inovasi produk, penguatan legalitas, perbaikan kemasan hingga perluasan pemasaran secara digital.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi mengatakan, makanan khas galendo merupakan warisan budaya yang lahir dari pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah di Kabupaten Ciamis.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
Banyaknya pohon kelapa di Ciamis, menurutnya, tidak terlepas dari sejarah pada masa Bupati Galuh (Ciamis) Raden Adipati Aria Kusumadiningrat. Pada masa jabatannya dari 1839 hingga 1886, terdapat perintah agar setiap warga menanam pohon kelapa secara serentak di Tatar Galuh.
“Berdasarkan catatan sejarah, popularitas galendo mulai pada masa Bupati Galuh Kusumadiningrat. Waktu itu, Ciamis merupakan sentra kelapa terbesar di Jawa Barat,” katanya kepada radar, Minggu (30/8/2026).
“Karena melimpahnya bahan baku kelapa tersebut, masyarakat Ciamis awalnya memproduksi minyak kelapa secara mandiri. Proses pemisahan minyak tersebut dihasilkan endapan yang dinamakan galendo yang memiliki rasa gurih dan bernilai gizi tinggi,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan galendo menunjukkan bahwa masyarakat Ciamis sejak dahulu telah memiliki kreativitas dalam mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
“Karena tadinya ampas minyak kelapa dianggap limbah, ternyata mampu menjadi nilai ekonomi,” ujarnya.
Nilai ekonomi tersebut menjadi alasan Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong para perajin galendo melakukan inovasi sekaligus memperluas pasar. Upaya itu dinilai penting agar galendo tetap relevan, diminati generasi muda dan mampu bersaing dengan produk kuliner lainnya.
“Supaya galendo dapat diterima oleh berbagai kalangan, setiap perajin galendo dilatih untuk menciptakan inovasi produk tanpa meninggalkan identitas aslinya. Sehingga kudapan ini mampu bertahan dan tetap menjadi ciri khas unggulan UMKM Kabupaten Ciamis, seperti brownies galendo, coklat galendo, dan olahan galendo lainnya,“ katanya.
