Galendo Ciamis Masih Bertahan, Produsen Perluas Pemasaran melalui Marketplace Shopee

Galendo ciamis
Kemasan pouch Moro-Moro galendo asli dibuat di Lingkungan Burujul RT 4/RW 5 Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, telah dipasarkan di Shopee. (Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

“Karena memasak santan kelapa sampai menjadi galendo menjadi butuh waktu produksi mulai dari pukul 05.00 wib hingga 16.00 wib. Kemudian, ditiriskan dan press untuk memisahkan minyak kelapa dan diambil galendo untuk dikemas serta siap dipasarkan,” bebernya.

Meski proses produksi cukup panjang, Fauzie berkomitmen mempertahankan usaha tersebut. Terlebih, ia dipercaya melanjutkan usaha milik mertuanya.

“Karena kini mertua (Nana, Red) fokus pertanian organik, sehingga saya yang melanjutkannya untuk mengelola usaha ini. Selanjutnya, supaya jangan sampai galendo ini punah,“ ujarnya.

Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi

Untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan penjualan, Fauzie tidak hanya mempertahankan kualitas produk, tetapi juga melakukan pembenahan dari sisi kemasan dan legalitas.

Ia menggunakan merek Moro Moro Galendo serta mengurus sejumlah legalitas usaha makanan dan minuman, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan legalitas lainnya. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan yang difasilitasi DKUKMPP Kabupaten Ciamis.

“Saya berlatih untuk memperbaiki kemasan galendo pada tahun 2024 dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Tadinya kemasan ukuran 250 gram, Sekarang diperkecil dengan kemasan lebih menarik dalam bentuk pouch aluminium foil, seperti ukuran kemasan 100 gram dan 200 gram,“ katanya.

Perubahan kemasan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas pasar. Fauzie kemudian menekuni pemasaran melalui media sosial dan marketplace karena tempat oleh-oleh di Ciamis dinilai semakin jarang menampung produk perajin galendo.

“Perajin galendo saat ini selain memproduksi, juga harus dapat memasarkan untuk oleh-oleh khas Ciamis ini. Sehingga harus menguasai media sosial atau digital marketing,“ ujarnya.

Salah satu marketplace yang dimanfaatkan adalah Shopee. Dalam pemasaran tersebut, Fauzie bekerja sama dengan temannya untuk memperluas penjualan produk Moro-Moro Galendo.

“Kalau produk Moro-Moro Galendo jual di Shopee Rp 21.620 untuk kemasan 100 gram,“ katanya.

Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026

Pemasaran secara daring tersebut menjadi salah satu cara menarik konsumen di luar Ciamis. Selain melalui marketplace dan media sosial, produk juga masih dibeli langsung oleh konsumen yang datang ke rumah produksi maupun minimarket.

“Sebulan terjual sebanyak 300 pouch kemasan 100 gram, 150 pouch kemasan 200 gram, dan kemasan lempeng 32 lembar. Total omzet per bulan sekitar Rp 3 juta, baik penjualan offline atau online,“ ujarnya.

0 Komentar