Dua Dekade Mayasari Plaza Tasikmalaya: Menjaga Relevansi di Tengah Perubahan Zaman

Mayasari Plaza Tasikmalaya
General Manager Mayasari Plaza, Fahrul Nur Fauji (kedua dari kiri) berfoto bersama owner Radio Style, Selly Hasna (kedua dari kanan) dan sejumlah mitra, Minggu (30/8/2026). (Fitriah Widayanti/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mayasari Plaza Tasikmalaya merayakan hari jadinya yang ke-20 berkolaborasi dengan Style Radio yang turut memperingati ulang tahun ke-25 di halaman parkir Mayasari Plaza, Minggu, 30 Agustus 2026.

Mengusung tema “Fit Together Grow Together”, perayaan tersebut berlangsung semarak dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Sejak pagi, halaman parkir Mayasari Plaza dipenuhi peserta yang mengikuti senam bersama.

Tak hanya itu, perayaan HUT tersebut juga dimeriahkan dengan lomba senam kreasi, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, bazar UMKM, tenant sponsor, serta hiburan lainnya.

Baca Juga:Honda Modif Contest 2026 Bandung Bikin Ciwalk Bergemuruh, 154 Modifikator Adu KreativitasBPJS Ketenagakerjaan Banjar Husein Kartasasmita Dukung Program PEKA untuk Bangkitkan Keluarga Ahli Waris

Bagi Mayasari Plaza, momen perayaan ini menjadi penanda perjalanan dua dekade sekaligus kesempatan untuk mensyukuri eksistensi mereka di tengah masyarakat Tasikmalaya.

General Manager Mayasari Plaza, Fahrul Nur Fauji, mengungkapkan, 20 tahun perjalanan telah membawa pusat perbelanjaan tersebut melewati berbagai perubahan dan tantangan.

Menurutnya, kondisi itu menuntut pengelola untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“20 tahun itu bukan waktu yang singkat. Kalau manusia, usia 20 tahun sudah cukup dewasa. Artinya, Mayasari Plaza juga harus berpikir dewasa, berkompromi dengan keadaan, dan terus menyesuaikan diri,” ujarnya saat ditemui Radartasik.id di sela acara.

Menurut Fahrul, salah satu perubahan yang kini menjadi perhatian adalah karakter pengunjung. Mayasari Plaza mulai memperluas segmentasinya dengan menyasar generasi Z yang dinilai memiliki potensi sebagai konsumen sekaligus membutuhkan ruang untuk berkreasi dan berinteraksi.

Pihaknya pun menyiapkan ruang dan kegiatan yang dapat mengakomodasi kebutuhan generasi muda. Langkah tersebut diharapkan membuat pusat perbelanjaan tetap menjadi tempat yang hidup, tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk bertemu dan berkegiatan.

Di tengah perubahan kebiasaan masyarakat, pengelola salah satu mal terbesar di Kota Tasikmalaya juga mulai mengikuti perkembangan transaksi digital. Salah satunya melalui rencana digitalisasi transaksi bagi tenant yang tengah disiapkan bersama salah satu bank.

Baca Juga:Dikejar Waktu Saat Berkendara? Ini Alasan Anda Sebaiknya Berangkat Lebih AwalTim Futsal MTs Garut Juara Porseni Jawa Barat

Fahrul mengatakan perkembangan digital tidak serta-merta menghilangkan transaksi secara langsung. Menurutnya, keduanya justru dapat berjalan beriringan mengikuti kebiasaan konsumen. “Sekarang ternyata hybrid. Jadi, meskipun digital, penjualan tatap muka harus tetap ada,” katanya.

0 Komentar