PPP Bidik 15 Kursi di Pemilu 2029, Enjang Bilawini Mulai Didorong Jadi Calon Wali Kota Tasikmalaya

PPP target 15 kursi di Pemilu 2029
Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat diwawancara wartawan usai menghadiri Muscab PAC DPC PPP se-Kota Tasikmalaya di Rumah Makan Ocoh Mangin, Minggu (9/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Musyawarah Cabang Pengurus Anak Cabang (PAC) DPC PPP se-Kota Tasikmalaya menjadi panggung konsolidasi sekaligus sinyal politik menuju Pemilu 2029.

Di tengah pembenahan struktur partai, PPP mulai membuka ruang bagi kader internal untuk didorong menuju panggung eksekutif.

Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bahkan menyebut Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya Enjang Bilawini layak didorong menjadi calon wali kota.

Baca Juga:Lumpat Bungah SDN 2 Kersanagara Kota Tasikmalaya Dorong Siswa Rajin Olahraga dan Peduli LingkunganKomentar Pegawai RSUD Jadi Alarm Pembenahan Kultur Birokrasi di Kota Tasikmalaya

Namun, Uu menegaskan, dorongan tersebut tetap harus melewati mekanisme dan keputusan politik partai.

Pernyataan itu disampaikan Uu usai menghadiri Muscab PAC DPC PPP se-Kota Tasikmalaya di Rumah Makan Ocoh Mangin, Minggu (9/8/2026).

Menurut Uu, PPP tidak ingin sekadar memiliki struktur partai yang lengkap di atas kertas. Pengurus PAC maupun ranting harus memiliki legitimasi di tengah masyarakat.

“Apalah artinya kertas yang ditandatangani oleh saya selaku ketua di PW dan memberikan SK kepada PAC, tetapi tidak memiliki legitimasi di masyarakat,” ujar Uu kepada Radar.

Ia mengingatkan, legalitas kepengurusan tidak otomatis berbanding lurus dengan elektabilitas partai.

Jika pengurus tidak disukai masyarakat, suara PPP justru berpotensi menurun.

Karena itu, Uu meminta pemilihan ketua PAC mempertimbangkan sejumlah kriteria.

Di antaranya dedikasi, kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berpidato untuk menggerakkan masyarakat.

“Kalau tidak bisa pidato, mau bagaimana menggiring orang memilih PPP? Karena orang akan berubah dengan pendengaran, dengan penglihatan,” terangnya.

Baca Juga:Dugaan Asusila Tukang Bakso di Tasikmalaya Masih Abu-Abu, Polisi Olah TKP Ulang untuk Bongkar FaktaRSUD dr Soekardjo Kekurangan Dokter Spesialis, Pemkot Tasikmalaya Gandeng Unpad Percepat Solusi

Di sisi lain, Uu memberikan sinyal terbuka terhadap peluang Enjang Bilawini maju dalam kontestasi Pilwalkot Tasikmalaya.

Menurut dia, menjadi hal wajar bagi partai politik mendorong kadernya mengisi jabatan di luar struktur partai, baik di legislatif maupun eksekutif.

Uu menilai Enjang memiliki modal pengalaman politik.

Enjang disebut sudah empat kali menjadi anggota DPR dan memiliki pengetahuan mengenai wilayah Kota Tasikmalaya.

“Jadi wajar kalau beliau, kesepakatan kita untuk mendorong. Tetapi ini semua harus melalui mekanisme dan keputusan politik,” beber Uu.

Dorongan tersebut belum menjadi tiket pencalonan. Dengan kata lain, pintu boleh mulai dibuka, tetapi kunci pencalonannya masih berada di tangan mekanisme partai.

0 Komentar