Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dorongan terhadap Enjang tidak hanya berkutat pada soal figur, tetapi juga membutuhkan kalkulasi kekuatan partai.
PPP sendiri mulai melakukan persiapan awal dengan membangun komunikasi dan silaturahmi kepada sejumlah tokoh partai serta elemen internal yang dinilai penting.
“Persiapan sudah dijalani. Sudah dijalani silaturahmi ke tokoh-tokoh PPP yang lama,” ujarnya.
Baca Juga:Kepergok Bawa Kunci T, Dua Pelaku Curanmor Asal Garut Dibekuk Polisi di Jalanan Kota Tasikmalaya50 Anggota Pramuka Kota Tasikmalaya Dilepas ke Jambore Nasional, Jaga Wajah Daerah
Sementara terkait kemungkinan hasil survei nantinya menunjukkan figur lain lebih kuat, Ajat kembali menekankan bahwa politik tidak pernah benar-benar beku.
Namun, jika aturan mengenai pengecualian penjaringan bagi ketua DPC tetap berlaku, posisi Enjang dinilai memiliki keuntungan tersendiri.
“Politik itu dinamis. Tapi ketika penjaringan itu ditiadakan ketika ketua DPC maju, itu kekuatannya,” katanya.
Kendati demikian, Ajat menyebut keputusan DPP tetap menjadi faktor penentu.
Artinya, sekuat apa pun dorongan dari daerah, keputusan partai di tingkat atas tetap menjadi palang pintu terakhir.
PPP juga tidak menutup kemungkinan kembali membangun koalisi dengan Partai Gerindra pada Pilwalkot Tasikmalaya.
Ajat menyebut seluruh kemungkinan masih terbuka mengingat dinamika politik dapat berubah menjelang tahapan pencalonan.
“Segala kemungkinan bisa terjadi. Dinamika politik kan selalu berubah,” ucapnya.
Baca Juga:KDRT dan Festival Orkes Melayu Jadi Panggung Hiburan RT/RW se-Kota Tasikmalaya, 40 Pedangdut Adu BakatPNS Kota Tasikmalaya Dipercaya Kawal Protokol Presiden di Jamnas XI 2026
Menurut dia, PPP akan tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai partai politik. Sikap tersebut menjadi penting karena peta koalisi Pilwalkot 2029 masih jauh dari kata final.
“Kita menjalin hubungan baik dengan siapa pun,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum telah memberikan sinyal agar Enjang Bilawini didorong maju sebagai calon wali kota Tasikmalaya.
Uu menyebut Enjang memiliki pengalaman politik setelah empat periode menjadi anggota DPR serta memahami peta wilayah Kota Tasikmalaya.
Namun, Uu menegaskan dorongan tersebut tetap harus melalui mekanisme dan keputusan politik partai.
Di sisi lain, Enjang sendiri merespons santai dorongan tersebut. Ia menyebut peluang maju Pilwalkot masih menjadi harapan dan akan melihat terlebih dahulu hasil Pemilu Legislatif 2029.
PPP saat ini juga menargetkan 15 kursi DPRD Kota Tasikmalaya pada Pemilu 2029.
Jika target legislatif tersebut berhasil diwujudkan, mesin politik PPP tentu akan memiliki bahan bakar lebih tebal untuk berbicara soal kursi eksekutif.
