RADARTASIK.ID – Paolo Maldini akhirnya buka suara mengenai keputusannya meninggalkan Timnas Italia setelah hanya menjalankan tugas sebagai direktur teknik selama kurang dari 20 hari.
Kepergian legenda AC Milan tersebut sempat menimbulkan tanda tanya besar, terutama karena Maldini sebelumnya dianggap sebagai salah satu sosok penting dalam rencana pembenahan Gli Azzurri.
Kini, Maldini memberikan versinya mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Mantan direktur teknik Timnas Italia itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengejar jabatan atau sekadar ingin mendapatkan posisi strategis di sepak bola Italia.
Baca Juga:Inter Kalahkan Leverkusen untuk Rekrut Moussa Diaby: Ajukan Tawaran Baru Sebesar Rp500 MiliarReal Madrid Bersedia Pinjamkan Endrick ke AS Roma: Peminjaman Tanpa Opsi Beli Jadi Kendala
Maldini mengaku hanya bersedia menerima sebuah pekerjaan apabila dirinya merasa memiliki ruang untuk memberikan kontribusi nyata.
“Saya tidak terikat pada jabatan. Saya merasa sangat bebas dalam menentukan pilihan. Syukurlah, saya tidak memiliki kebutuhan ekonomi. Hal yang membuat saya menerima sebuah peran adalah kesempatan untuk menjalankannya dan memberikan kontribusi,” ujar Maldini.
Ia mengakui bahwa sikap tersebut terkadang dianggap sebagai bentuk kesombongan atau ketidakfleksibelan.
Namun, bagi Maldini, seseorang yang diberi tanggung jawab harus memiliki kewenangan yang sejalan dengan tanggung jawab tersebut.
“Jika saya ditunjuk sebagai orang yang bertanggung jawab, saya merasa berkewajiban untuk benar-benar menjadi orang yang bertanggung jawab,” katanya.
Menurut Maldini, persoalan mulai muncul ketika kesepakatan awal yang menjadi dasar dirinya menerima tawaran tersebut mengalami perubahan.
Maldini mengungkapkan bahwa pada awal pembicaraan, Presiden Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI), Giovanni Malagò, memberikan jaminan bahwa dirinya memiliki kesempatan untuk memilih pelatih Timnas Italia bersama tim kerja yang dibentuknya.
Baca Juga:Manchester City Bidik Enzo Fernandez untuk Gantikan Rodri, PSG Incar Bintang Ajax Jurnalis Argentina: AC Milan Layangkan Tawaran Perdana untuk Leandro Paredes
Kewenangan tersebut menjadi salah satu alasan Maldini bersedia terlibat dalam proyek Gli Azzurri.
Ia kemudian mulai memikirkan sosok pelatih yang sesuai dengan visi sepak bola yang ingin dibangun.
Maldini menginginkan pelatih yang masih memiliki energi besar, berorientasi pada permainan teknis dan ofensif, serta mampu membawa pendekatan sepak bola modern.
Beberapa nama masuk dalam pertimbangannya, termasuk Andrea Pirlo, Daniele De Rossi dan Fabio Grosso.
Namun, situasi berubah.
“Kesepakatan tersebut kemudian ditinjau kembali. Karena itu, satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah mengundurkan diri. Bahkan, saya memilih tidak menandatangani kontrak empat tahun yang seharusnya dimulai pada 1 Agustus,” ungkap Maldini.
