Kisah tersebut menjadi salah satu bagian paling menarik dari periode singkat Maldini bersama Gli Azzurri.
Dalam waktu kurang dari 20 hari, Maldini sudah memiliki gambaran proyek, menentukan sejumlah kandidat pelatih, bahkan melakukan pendekatan kepada salah satu pelatih terbaik dunia.
Namun, perubahan kesepakatan membuat semuanya berakhir sebelum benar-benar dimulai.
Bagi Maldini, keputusan mundur bukan tindakan impulsif. Ia justru melihatnya sebagai konsekuensi dari prinsip yang selama ini dipegang.
Baca Juga:Inter Kalahkan Leverkusen untuk Rekrut Moussa Diaby: Ajukan Tawaran Baru Sebesar Rp500 MiliarReal Madrid Bersedia Pinjamkan Endrick ke AS Roma: Peminjaman Tanpa Opsi Beli Jadi Kendala
Ia tidak ingin sekadar menjadi nama besar yang duduk di sebuah jabatan tanpa kewenangan untuk menjalankan tugasnya.
Maldini ingin bertanggung jawab penuh atas pekerjaan yang diterimanya.
Jika kewenangan tersebut tidak lagi sesuai dengan kesepakatan awal, ia memilih pergi.
Keputusan itu sekaligus menjelaskan mengapa masa Maldini bersama Timnas Italia berlangsung sangat singkat.
Di balik kontroversi tersebut ternyata terdapat proyek besar yang sempat dirancang, termasuk upaya mendatangkan Guardiola dan membangun tim nasional dengan filosofi sepak bola teknis serta ofensif.
Namun, proyek tersebut akhirnya berhenti sebelum dimulai.
Kini, Maldini kembali berada di luar struktur Timnas Italia. Sementara Gli Azzurri harus melanjutkan proses pembentukan tim dengan arah dan kepemimpinan yang berbeda.
Satu hal yang jelas dari pengakuan Maldini: kepergiannya bukan karena uang, melainkan karena ia merasa kesepakatan mengenai kewenangan dan tanggung jawab telah berubah.
