Unsil Ajak Pelajar Cerdas Kelola Uang, Belajar Menabung dan Investasi Sejak Dini

literasi keuangan digital
Tim Pengabdian Masyarakat dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya bersama siswa SMK Nurul Ilmi Cibalong foto bersama saat melaksanakan program edukasi literasi keuangan digital di SMK Nurul Ilmi Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital di kalangan masyarakat, termasuk pelajar, mendorong pentingnya penguatan literasi keuangan sejak usia sekolah.

Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menggelar edukasi bertajuk “Peningkatan Literasi Keuangan Digital melalui Edukasi Menabung dan Investasi Dini kepada Siswa SMA dalam Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs)” di SMK Nurul Ilmi Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026).

Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan di era digital. Perkembangan transaksi berbasis financial technology (fintech) dinilai memberikan banyak kemudahan, namun juga menghadirkan risiko apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan dan memahami keamanan transaksi digital.

Baca Juga:Defisit APBD Kota Tasikmalaya Membengkak Jadi Rp89,35 MiliarKUA–PPAS 2027 dan Ujian Keberpihakan Anggaran: Apakah Pagu OPD Sudah Mengikuti Prioritas?

Berdasarkan data Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tasikmalaya, volume transaksi QRIS di Kota Tasikmalaya meningkat hingga 743 persen secara year-on-year. Di balik pertumbuhan tersebut, jumlah pengaduan konsumen di sektor perbankan dan fintech juga masih cukup tinggi, sehingga edukasi mengenai penggunaan layanan keuangan digital menjadi semakin relevan.

Kegiatan ini dipimpin Ketua Tim Pengabdian Deasy Lestary Kusnandar bersama anggota Vivi Indah Bintari, Dede Sri Rahayu, Fitri Ajeng Sari, Risna Amalia Hamzah, dan Yuni Ertinawati. Tim juga didampingi mahasiswa Fiskal Dwianandya Al-Fauzan dan Zahra Zakia Ramadhani. Sebanyak 78 siswa mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif.

Ketua Tim Pengabdian Deasy Lestary Kusnandar mengatakan, masa sekolah menengah merupakan periode penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat. Menurutnya, kebiasaan mengelola uang sejak dini akan menjadi bekal ketika siswa memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

“Pemanfaatan teknologi digital oleh pelajar saat ini masih didominasi kebutuhan hiburan dan komunikasi. Melalui edukasi ini, kami ingin mendorong siswa agar mampu memanfaatkan platform digital secara produktif dan bijak, khususnya dalam mengelola uang saku, menabung, serta memahami investasi sejak dini,” ujarnya kepada radartasik.id, Kamis (6/8/2026).

Untuk memberikan gambaran nyata mengenai industri keuangan, tim pengabdian menghadirkan praktisi perbankan Dian Darmawan Suryana dan Anis Barniati sebagai narasumber. Keduanya membahas perkembangan sistem perbankan modern, keamanan transaksi digital, hingga langkah-langkah mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan finansial yang kini semakin marak.

0 Komentar