“Para narasumber membagikan wawasan mengenai sistem perbankan modern, keamanan transaksi keuangan digital, hingga pentingnya mengenali dan menghindari risiko kejahatan finansial digital,” katanya.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti berbagai simulasi yang dirancang agar lebih mudah memahami penerapan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Tim memperkenalkan buku saku dan modul digital literasi keuangan yang berisi panduan penyusunan anggaran pribadi serta pengenalan konsep investasi sederhana.
Siswa juga diajak mempraktikkan penggunaan aplikasi pencatat keuangan digital untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran harian melalui telepon pintar masing-masing. Melalui simulasi tersebut, peserta diperkenalkan pada pentingnya disiplin mengelola uang dan mengevaluasi pola pengeluaran.
Baca Juga:Defisit APBD Kota Tasikmalaya Membengkak Jadi Rp89,35 MiliarKUA–PPAS 2027 dan Ujian Keberpihakan Anggaran: Apakah Pagu OPD Sudah Mengikuti Prioritas?
“Kemudian, ada simulasi investasi digital, sebagai pengenalan instrumen investasi aman dan berjangka bagi pemula,” tambahnya.
Menurut Deasy, peningkatan literasi keuangan digital tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola keuangan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi transformasi ekonomi digital.
Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 tentang Pengentasan Kemiskinan, SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Pihak SMK Nurul Ilmi Cibalong menyambut positif kegiatan tersebut. Sekolah berharap kolaborasi dengan Universitas Siliwangi dapat terus berlanjut sehingga edukasi literasi keuangan digital tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi mampu membentuk kebiasaan siswa dalam mengelola keuangan secara lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab sebagai bekal menghadapi masa depan. (Fatkhur Rizki)
