Kolaborasi Bentengi Siswa dari Bullying, SMPN 1 Rajapolah dan KPAID Kabupaten Tasikmalaya Gelar Sosialisasi

smpn 1 rajapolah
Negeri 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya menggelar sosialisasi anti bullying, Selasa 4 Agustus 2026. (Radika Robi Ramdani/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SMP Negeri 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) dan kenakalan remaja melalui kolaborasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Polsek Rajapolah, Koramil, dan Puskesmas.

Program tersebut digelar sejak awal tahun pelajaran sebagai bagian dari pembinaan siswa untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, disiplin, sehat, dan ramah anak.

Kepala SMP Negeri 1 Rajapolah, H. Ucu Karni, SPd MPd mengatakan sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan pada awal tahun ajaran merupakan bagian dari program pembinaan siswa yang telah disusun selama satu tahun pelajaran.

Baca Juga:Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov JabarDeru Mesin Merawat Silaturahmi, Hamida Motor Community Indonesia Persiapkan Touring ke Lampung

“Sasaran utamanya adalah siswa baru yang masih berada pada tahap adaptasi dengan lingkungan sekolah, sekaligus para guru agar memiliki pemahaman yang sama dalam menangani berbagai bentuk perundungan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Menurut Ucu, kerja sama dengan KPAID Kabupaten Tasikmalaya bukan merupakan program baru, melainkan telah berlangsung secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Kerja sama dengan KPAID Kabupaten Tasikmalaya ini sudah lama berjalan. Sasaran pertama sebenarnya adalah guru, karena guru harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud bullying, bagaimana cara mengatasinya, dan bagaimana solusi penanganannya,” ujarnya.

Setelah guru mendapatkan pembekalan, pembinaan dilanjutkan kepada siswa, terutama peserta didik baru yang masih berada pada masa penyesuaian dengan lingkungan sekolah.

“Siswa baru ini baru sekitar tiga minggu masuk sekolah. Lingkungan sekolah dan teman-temannya tentu berbeda. Mereka perlu dibekali bagaimana mengenal teman, memahami lingkungan baru, sekaligus mengetahui apa saja yang termasuk tindakan bullying,” katanya.

Ia menegaskan, pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan sekolah ramah anak sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat dan humanis.

“Pihaknya ingin menjadi sekolah yang ramah anak. Salah satu indikatornya adalah mampu mengatasi bullying secepat mungkin dan dengan pendekatan yang ramah,” bebernya.

Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga

Selain menggandeng KPAID, sekolah juga melibatkan Polsek Rajapolah dalam pembinaan karakter dan pencegahan kenakalan remaja. Saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), jajaran kepolisian memberikan materi mengenai berbagai ancaman yang dihadapi remaja.

0 Komentar