PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya membekali para pemandu body rafting di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dengan keterampilan pelayanan prima dan pengelolaan operasional berbasis digital.
Pelatihan yang digelar Rabu (22/7/2026) itu bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat aspek keselamatan wisatawan saat mengikuti aktivitas pengarungan.
Kegiatan bertema Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pemandu Wisata Body Rafting di Desa Kertayasa Kabupaten Pangandaran tersebut dipimpin Ketua PPM Unsil, Dr H Asep Yusup Hanapia SE MP.
Baca Juga:Minta Tolong ke KDM, TKW Asal Tasikmalaya Curhat Gajinya 14 Tahun Belum Dibayar dan Tak Bisa PulangHMI Tasikmalaya dan Misteri Hibah!
Asep menjelaskan, pengembangan wisata body rafting tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan daya tarik jalur sungai. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang berinteraksi langsung dengan wisatawan menjadi faktor penting dalam membangun citra destinasi.
“Pemandu perlu memiliki kemampuan teknis, komunikasi, pelayanan, dan pengambilan keputusan yang memadai,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemandu menjadi wajah utama destinasi wisata karena mendampingi wisatawan sejak persiapan, memberikan pengarahan sebelum masuk sungai, memimpin pengarungan, hingga memastikan seluruh peserta menyelesaikan kegiatan dengan aman. Karena itu, sikap dan kompetensi pemandu sangat menentukan pengalaman wisatawan.
Asep menilai peningkatan kompetensi pemandu juga berpengaruh terhadap kepercayaan publik. Wisatawan akan merasa lebih nyaman jika memperoleh informasi yang jelas, arahan yang mudah dipahami, serta pendampingan yang sigap. Pelayanan yang baik diharapkan mendorong wisatawan kembali berkunjung dan merekomendasikan pengalaman tersebut kepada orang lain.
Ia berharap materi pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan secara konsisten dalam operasional sehari-hari. Menurutnya, pengelola dan pemandu perlu memiliki komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta mendokumentasikan setiap tahapan kegiatan secara tertib.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan memperkuat tata kelola wisata body rafting di Desa Kertayasa yang berada di kawasan Green Canyon. Pelayanan yang profesional dan pemanfaatan teknologi diyakini mampu meningkatkan rasa aman wisatawan sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dalam sesi pelatihan, Eko Supriadi menyampaikan materi tentang pelayanan prima, komunikasi verbal dan nonverbal, serta kemampuan memahami kondisi fisik dan psikologis wisatawan.
