CIAMIS, RADARTASIK.ID – Warga Dusun Situgede, Desa Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, masih berupaya menuntaskan perbaikan jalan lingkungan yang dikerjakan secara swadaya dan swadana.
Sejak 2024 hingga 2026, masyarakat telah berhasil membangun jalan sepanjang 1.228 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 10 sentimeter. Namun, masih tersisa sekitar 460 meter yang belum dapat dikerjakan karena keterbatasan dana.
Perbaikan jalan secara mandiri dilakukan setelah pembangunan yang semula diharapkan melalui Dana Desa tidak dapat direalisasikan. Dana Desa di Desa Sagalaherang diprioritaskan secara bertahap setiap tahun.
Baca Juga:Deru Mesin Merawat Silaturahmi, Hamida Motor Community Indonesia Persiapkan Touring ke LampungLangkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD Tasikmalaya
Pada 2024, anggaran difokuskan untuk pembangunan jalan di Dusun Puhun dan Kaliwon. Sementara rencana pembangunan jalan Dusun Situgede pada 2026 batal dilaksanakan karena anggaran dialihkan untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Jadi karena tidak ada dana desa akhirnya masyarakat pun mau melakukan swadaya pendanaan dan gotong royong pengerjaan dalam perbaikan jalan,” kata Penggerak Perbaikan Jalan Swadaya Masyarakat, Otong Daud, kepada Radar, Minggu (2/8/2026).
Untuk membiayai pembangunan, masyarakat melakukan penggalangan dana melalui iuran pemilik kendaraan, mulai dari roda dua hingga roda 10, sebesar Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Selain itu, warga juga mengajukan proposal kepada pelaku usaha kecil hingga menengah sesuai kemampuan masing-masing.
“Bahkan ada juga dana talangan Rp 20 juta dari salah satu perusahaan di Bandung untuk pengerjaan perbaikan jalan,” ujarnya.
Menurut Otong, semangat gotong royong warga tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pendanaan, tetapi juga tenaga. Seluruh proses pembangunan dilakukan bersama agar jalan dapat segera dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan nyaman.
“Memang karena Dana Desa tidak ada, sehingga berani menghidupi gotong royong,” katanya.
Pelaksanaan pengecoran jalan dibagi berdasarkan wilayah RT dan RW agar pekerjaan lebih terorganisasi. Setiap titik dikerjakan secara bergiliran oleh warga.
Baca Juga:Ulama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan KeluargaDisdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pembangunan Kelas Baru SDN Kubangsari Taraju Belum Masuk Rencana
“Sistemnya perbaikan jalan memang setiap jarak pengerjaan dibagi-bagi per RT/RW, seperti 100 meter pertama dikerjakan dua hari. Ada yang mengerjakan pagi dan siang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahap terakhir, pengecoran jalan sepanjang 271 meter juga dilaksanakan secara bergantian oleh masing-masing RW.
