“Sampai terakhir pengerjaan pengecoran jalan 271 meter, itu dikerjakan per RT/RW, hari pertama RW 15 dan hari kedua RW 16,” ujarnya.
Meski sebagian besar jalan telah selesai dibangun, masih ada sepanjang 460 meter yang menjadi pekerjaan rumah bagi masyarakat.
“Tinggal satu titik lagi yang menjadi PR kami belum tergarap 460 meter lagi,” katanya.
Baca Juga:Deru Mesin Merawat Silaturahmi, Hamida Motor Community Indonesia Persiapkan Touring ke LampungLangkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD Tasikmalaya
Otong mengaku sempat mendapat harapan setelah menerima kunjungan perwakilan Pemerintah Kabupaten Ciamis dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP).
Dalam kesempatan itu, ia mengusulkan agar sisa pembangunan jalan dapat dibantu melalui anggaran pemerintah, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
“Semoga DPUTRP bisa mengusahakan menuntaskan 460 meter, sehingga kita di tahun 2026 ada ini masih mengharapkan (pemerintah Kabupaten Ciamis bisa membantu melanjutkan perbaikan jalan 460 meter lagi, Red). Lalu kalau mau kemanfaatan mau panjang, karena perbaikan jalan dari masyarakat sudah ada pengikisan, syukur-syukur dilapisi aspal hotmix,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya harapan masyarakat yang pernah disampaikan langsung kepada Bupati Ciamis saat berkunjung ke Desa Sagalaherang pada 2022.
“Apalagi pernah ada janji dari Bupati Ciamis Herdiat Sunarya pada tahun 2022 pada saat berkunjung ke Desa Sagalaherang, warga saat itu meminta perbaikan jalan,” tambahnya.
Menurutnya, penyelesaian pembangunan jalan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memperlancar aktivitas sehari-hari, jalan yang layak juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi warga, mempermudah akses layanan kesehatan, serta menunjang kegiatan pendidikan. (riz)
