Dosen Unsil Latih UMKM Kuliner Green Canyon Pangandaran agar Mampu Bersaing dan Tarik Wisatawan

UMKM Kuliner Green Canyon
Tim Dosen Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Siliwangi foto bersama dengan peserta pelatihan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) di Desa Kertayasa, Kabupaten Pangandaran, pada Rabu (22/7/2026). (IST)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Tim dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi (Unsil) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Dr Ade Komaludin bersama Iwan Ridwan Faturochman, Novi Mela Yuliani, Asep Muhammad Adam, Arkanudin Rizki Permono, dan Resi Pratiwi itu bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha mikro dan kecil (UMKM) kuliner sebagai penunjang pariwisata Green Canyon.

Desa Kertayasa merupakan kawasan wisata yang menjadi pintu masuk menuju Green Canyon atau Cukang Taneuh. Destinasi yang berjarak sekitar 31 kilometer dari pusat Kabupaten Pangandaran tersebut dikenal dengan keindahan ngarai yang terbentuk dari erosi Sungai Cijulang selama jutaan tahun, lengkap dengan gua berstalaktit, stalagmit, air terjun Palatar, serta aktivitas body rafting yang menjadi daya tarik utama.

Baca Juga:HMI Tasikmalaya dan Misteri Hibah!Kadisdik Tanpa Gimmik!

Melihat besarnya potensi wisata tersebut, tim dosen menilai pengembangan kuliner lokal perlu diperkuat agar mampu meningkatkan daya saing destinasi. Pelatihan juga mengulas sejumlah persoalan yang masih dihadapi pelaku usaha, seperti persaingan antarpelaku usaha, harga yang belum seragam, pelayanan yang belum terstandar, hingga minimnya promosi digital.

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Body Rafting itu diikuti 30 pelaku UMKM kuliner, mayoritas ibu rumah tangga. Tim dosen memfasilitasi transfer pengetahuan secara interaktif melalui materi yang aplikatif.

Narasumber utama, Nurul Desi, yang merupakan praktisi, instruktur, asesor, dan juri kuliner, menyampaikan materi bertajuk “Mengangkat Cita Rasa Lokal di Destinasi Wisata Green Canyon Pangandaran”.

Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya peran UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal, pencipta lapangan kerja, serta pelestari kuliner khas Sunda yang menjadi identitas daerah.

Ia juga menjelaskan lima standar utama dalam pengelolaan warung makan di kawasan wisata, yaitu kebersihan, keramahan, kecepatan pelayanan, kualitas rasa, dan transparansi harga. Selain itu, peserta mendapat pembekalan mengenai penerapan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, penyajian, pelayanan, hingga penanganan keluhan pelanggan.

Materi lainnya mencakup pengelolaan dapur dan pelayanan prima, seperti perhitungan biaya produksi (food cost), penentuan harga jual, standar porsi, penataan warung, kebersihan perorangan (personal hygiene), dan sanitasi dapur. Seluruh aspek tersebut dinilai penting untuk menjamin keamanan pangan sekaligus meningkatkan kepuasan wisatawan.

0 Komentar