Peserta juga mendapat pelatihan branding, desain kemasan, serta pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Produk lokal selanjutnya diarahkan masuk ke dalam paket wisata melalui strategi bundling, misalnya paket body rafting yang dipadukan dengan souvenir dan produk pangan lokal.
Pramudita Dewanti menekankan bahwa standarisasi mutu dan penguatan kemasan merupakan kunci daya saing produk di pasar wisata. Menurutnya, produk yang memiliki nilai pengalaman personal, seperti souvenir kustomisasi, cenderung memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi. Ia mengajak pelaku UMKM tidak berhenti pada perbaikan produk semata, melainkan juga membangun cerita dan identitas yang melekat pada setiap produk desa.
Menurutnya, pelaku usaha di Desa Margacinta Kusidah menjelaskan selama ini membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan memperluas pasar produk. Oleh karenanya, adanya kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan positif dari mitra, yaitu kelompok UMKM Desa Margacinta, Kusidah selaku Koordinator UMKM Desa Margacinta.
“Kita antusias dan mengapresiasi pendampingan yang diberikan tim Unsil,”ujarnya.
Baca Juga:Kadisdik Tanpa Gimmik!UMTAS Latih Kader Posyandu Sukamaju 2 Olah Pangan Lokal Jadi PMT Bergizi
Aspek yang menjadi perhatian di antaranya cara menjaga kualitas produk agar konsisten, pengurusan sertifikasi seperti PIRT dan label halal, serta strategi agar produk lebih menarik sebagai buah tangan wisatawan.
“Berharap ilmu dan teknologi yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok UMKM,”katanya. (Fatkhur Rizqi)
