UMTAS Latih Kader Posyandu Sukamaju 2 Olah Pangan Lokal Jadi PMT Bergizi

Pelatihan PMT pangan lokal Tasikmalaya
Tim Pengabdian Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) berfoto bersama usai pelatihan. (Dok. Umtas)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim Pengabdian Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) memberikan pelatihan pengolahan Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal kepada kader Posyandu Sukamaju 2 di Puskesmas Tamansari, Kota Tasikmalaya, Rabu (9/7/2026).

Kegiatan bertajuk Nutrition Hero tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga.

Pelatihan yang bekerja sama dengan Posyandu Sukamaju 2 dan Puskesmas Tamansari itu diikuti 10 kader Posyandu. Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung mengolah bahan pangan lokal menjadi berbagai menu PMT bergizi.

Baca Juga:TPP Akan Dipotong, Keluarga ASN Tertekan!Tim Pengabdian Dosen Unsil Beri Pelatihan Pemanfaatan AI kepada 25 Guru di Purbaratu Tasikmalaya

Melalui pelatihan tersebut, para kader mendapatkan pemahaman tentang gizi seimbang sekaligus keterampilan mengolah makanan yang dapat diterapkan dalam kegiatan Posyandu maupun lingkungan keluarga.

Ketua Tim Pengabdian Program Studi PGPAUD FKIP UMTAS, Nita Anggi Purnama, M.Pd., mengatakan pemanfaatan pangan lokal memiliki potensi besar dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat.

“Kami ingin kader Posyandu memiliki keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan. Ketika mereka mampu mengolah pangan lokal menjadi PMT yang sehat dan menarik, manfaatnya tidak berhenti pada pelatihan ini, tetapi dapat diteruskan ke para ibu dan keluarga di lingkungan Posyandu,” ujarnya.

Selain teknik pengolahan makanan, peserta juga diberikan materi mengenai gizi dan pengemasan produk. Menurut Nita, pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas peran Posyandu, tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, kader mempraktikkan pembuatan sejumlah menu PMT berbasis pangan lokal, seperti dimsum bayam, puding labu kuning, nugget tahu ayam, serta bakso udang ayam. Menu-menu tersebut menggunakan bahan yang mudah diperoleh masyarakat sehingga dapat menjadi alternatif makanan bergizi yang praktis, terjangkau, dan memiliki nilai tambah.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Metode praktik langsung dinilai efektif dalam membantu kader mengembangkan kemampuan mengolah pangan lokal menjadi menu PMT yang dapat diterapkan di masyarakat.

0 Komentar