Salah seorang kader Posyandu mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan variasi menu PMT.
“Selama ini kami lebih sering membuat menu yang itu-itu saja. Setelah mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan buku resep Nutrition Hero, kami jadi memiliki lebih banyak ide untuk mengolah makanan lokal menjadi makanan bergizi yang menarik bagi balita,” katanya.
Sebagai bagian dari program, setiap peserta juga mendapatkan buku resep Nutrition Hero yang berisi berbagai inovasi PMT berbasis pangan lokal. Buku tersebut menjadi panduan praktis bagi kader dalam mengembangkan menu sehat sekaligus mendukung edukasi kepada keluarga di wilayah Posyandu.
Baca Juga:TPP Akan Dipotong, Keluarga ASN Tertekan!Tim Pengabdian Dosen Unsil Beri Pelatihan Pemanfaatan AI kepada 25 Guru di Purbaratu Tasikmalaya
Nita Anggi berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat peran kader Posyandu sebagai agen perubahan di masyarakat. Dengan memanfaatkan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar, kader diharapkan mampu mengedukasi keluarga dalam menyediakan makanan bergizi yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan.
Melalui upaya tersebut, ketahanan pangan keluarga diharapkan dapat dibangun mulai dari lingkungan terdekat. (rls)
