Kadisdik Tanpa Gimmik!

Kadisdik Kota Tasikmalaya
Rojab Riswan Taufik, Kadisdik Kota Tasikmalaya.
0 Komentar

Rojab memang bukan tipe pejabat yang gemar tampil. Itu justru menarik. Di zaman ketika banyak pejabat lebih sibuk mempercantik kamera daripada memperbaiki layanan, memilih diam bisa menjadi kemewahan.

Akun media sosial pribadinya nyaris sepi. Media sosial Dinas Pendidikan pun tidak dipenuhi wajah kepala dinas. Berbeda dengan beberapa pendahulunya yang hampir setiap kegiatan memiliki dokumentasi lengkap.

Rojab tampaknya percaya bahwa bekerja tidak harus selalu dipublikasikan. Sikap itu patut dihargai. Tetapi ada satu catatan kecil. Di era sekarang, komunikasi publik juga bagian dari pelayanan.

Baca Juga:UMTAS Latih Kader Posyandu Sukamaju 2 Olah Pangan Lokal Jadi PMT BergiziTPP Akan Dipotong, Keluarga ASN Tertekan!

Masyarakat berhak mengetahui apa yang sedang dikerjakan pemerintah. Bukan untuk memuja pejabat. Melainkan agar warga memahami arah kebijakan. Diam memang emas. Namun terlalu lama diam bisa membuat orang mengira tambangnya sudah habis.

Tanggal 26 Juli lalu usianya genap 51 tahun. Menariknya, nama yang diberikan kedua orang tuanya sebenarnya penuh doa.

Rojab. Bulan yang dimuliakan. Riswan. Keridhaan. Keberkahan. Kedamaian. Taufik.Petunjuk. Kemudahan. Keberhasilan. Kalau dirangkai, namanya seperti doa yang indah.

“Pribadi yang dimuliakan, mendapat keridhaan Allah, dan diberi pertolongan menuju keberhasilan.”

Nama itu terasa sangat cocok bagi seorang pemimpin pendidikan. Tetapi sejarah birokrasi selalu mengajarkan satu hal. Nama hanyalah doa. Sedangkan legacy lahir dari karya.

Mungkin memang karakter Rojab bukan tipe “showman”. Tidak semua pemimpin harus pandai berpidato. Tidak semua pejabat harus viral.

Namun seorang Kepala Dinas Pendidikan tetap dituntut menghadirkan visi yang bisa dirasakan masyarakat. Kota Tasikmalaya tidak sedang kekurangan sekolah. Yang dibutuhkan adalah lompatan kualitas.

Baca Juga:Tim Pengabdian Dosen Unsil Beri Pelatihan Pemanfaatan AI kepada 25 Guru di Purbaratu TasikmalayaDari Hari Jadi Menuju Hari Depan: Mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang Maju dan Sejahtera

Bagaimana anak-anaknya lebih siap menghadapi dunia digital. Bagaimana guru-gurunya semakin kreatif. Bagaimana sekolah tidak sekadar meluluskan siswa, tetapi melahirkan manusia yang mampu bersaing. Itulah pekerjaan besar seorang Kadisdik.

Satu tahun memang belum cukup mengubah semuanya. Tetapi satu tahun cukup untuk menunjukkan arah. Publik belum meminta keajaiban.

Publik hanya ingin melihat Radar itu bergerak. Karena pendidikan selalu bekerja dalam sunyi. Hasilnya memang baru terasa bertahun-tahun kemudian.

Namun gagasannya harus sudah terlihat sejak hari pertama. Mungkin inilah saat yang tepat bagi Rojab keluar sedikit dari zona senyapnya.

0 Komentar