Khawatir Mengancam Kondusivitas, MUI Pangandaran Cermati Beredarnya Isu Sara Agama di Muskerda

muskerda MUI Pangandaran, Isu sara
Ketua IV MUI Pangandaran Herdianto
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–Sebagai kawasan wisata, Pangandaran tergolong rentan dengan persoalan SARA. Salah satunya isu-isu propaganda yang berkaitan dengan bidang keagamaan.

Hal itu mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran dan dibahas dalam Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda). Para ulama mendeteksi sejumlah isu sensitif terkait masalah keagamaan yang terjadi di Kabupaten Pangandaran.

Ketua IV MUI Kabupaten Pangandaran, Herdianto, mengatakan MUI saat ini sedang mencermati persoalan yang berkaitan dengan satu organisasi Islam di Kabupaten Pangandaran. Namun, pihaknya belum dapat mengungkapkan secara rinci karena proses identifikasi masih berlangsung.

Baca Juga:Kerja Sama Pengelolaan Parkir Bukan Inisiatif Dishub Kota Tasikmalaya, Keberlanjutannya Akan DievaluasiWali Kota Tasikmalaya Mentahkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Melekat di Dishub

“Dalam Muskerda ini kami membahas sejumlah persoalan sensitif, terutama yang berkaitan dengan keagamaan (satu organisasi) Islam di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya kepada Wartawan Senin (27/7/2026).

Menurutnya, persoalan itu menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) yang digelar bertepatan dengan Milad ke-51.

Menurutnya, MUI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak terkait lain untuk menjaga kondusivitas serta mencegah munculnya gesekan di tengah masyarakat.

Ia mengakui, sebagai daerah tujuan wisata, Pangandaran tidak terlepas dari pengaruh budaya luar yang berpotensi memunculkan dinamika di bidang keagamaan.

“Memang tidak bisa dipungkiri, Pangandaran identik dengan kawasan wisata sehingga banyak budaya luar yang masuk. Namun kami terus berupaya agar kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, langkah yang ditempuh MUI saat ini adalah melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang beredar.

“Saat ini memang ada kabar yang meresahkan masyarakat terkait bidang keagamaan. Namun kami belum bisa menyebutkan karena masih dalam tahap identifikasi,” katanya.

Baca Juga:Soal Kerja Sama Parkir, Mantan Kadishub Kota Tasikmalaya: Inovasi Harus Memberi Hasil LebihPasanggiri Pencak Silat Priangan Timur di Tasikmalaya Terkendala Akomodasi

Herdianto menyebut, bahwa MUI pun sudah mengumpulkan sejumlah informasi, tapi hingga kini belum ditemukan bukti yang dapat memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Kami sudah menghimpun beberapa informasi, namun buktinya belum ada. Karena itu kami mengedepankan kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

MUI, lanjutnya, akan terus mengambil posisi sebagai penengah dan berupaya menyelesaikan setiap persoalan secara bijak demi menjaga persatuan umat.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar