Pasanggiri Pencak Silat Priangan Timur di Tasikmalaya Terkendala Akomodasi

pasanggiri pencak silat priangan timur, gor sukapura dadaha kota tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra bersama panitia Pasanggiri Pencak Silat DPD PPSI se-Priangan Timur di GOR Sukapura, Jumat (24/7/2026). (Foto: Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pasanggiri Pencak Silat DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Tasikmalaya I se-Priangan Timur yang digelar di GOR Sukapura, Jumat (24/7/2026), mempertemukan 17 perguruan pencak silat dari enam daerah. Namun, di balik semarak pelestarian seni tradisi itu, muncul persoalan yang dinilai menghambat partisipasi peserta, yakni keterbatasan akomodasi.

Ketua Umum DPD PPSI Kota Tasikmalaya Nunung Revolusiana mengungkapkan, pasanggiri diikuti perguruan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran. Namun, tidak semua perguruan bisa hadir karena terbentur biaya dan fasilitas penunjang.

“Ada 17 perguruan dari enam daerah Priangan Timur. Sebenarnya yang lain juga ingin ikut, cuma sayang ada yang terbentur masalah akomodasi,” ujarnya kepada Radar.

Baca Juga:Camat, Lurah dan UPTD Monitor! Depo Sampah Dadaha Jangan Sampai Jadi TPS Liar Setelah DitutupViral Video Tindakan Asusila di Jalan HZ Mustofa, Lurah dan Satpol PP Kota Tasikmalaya Cari Pelakunya

Menurut Nunung, ajang tersebut memperebutkan Piala PPSI dan lebih menitikberatkan pada kategori seni ibing atau seni tari pencak silat. Berbeda dengan IPSI yang bernaung di bawah KONI dan berorientasi olahraga prestasi, PPSI berada di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dengan fokus pada pelestarian seni dan budaya pencak silat.

Ia menilai perkembangan seni ibing di Kota Tasikmalaya mulai menunjukkan tren positif. Perguruan-perguruan pencak silat yang sebelumnya pasif kini mulai kembali aktif mengikuti pembinaan.

Meski demikian, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi pekerjaan rumah. Salah satu kebutuhan utama adalah perangkat musik pengiring atau gamelan yang menjadi bagian penting dalam penampilan seni ibing.

“Kendalanya memang di sarana dan prasarana. Banyak perguruan yang membutuhkan perangkat musik. Kalau ada anggaran tentu akan sangat membantu,” katanya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, pengurus PPSI rutin mendatangi perguruan dengan membawa perlengkapan latihan atau mengundang mereka berlatih di sekretariat agar pembinaan tetap berjalan.

Nunung mengakui dukungan pemerintah terhadap pengembangan seni ibing mulai terlihat, meski menurutnya masih perlu diperkuat agar pembinaan tidak hanya bergantung pada inisiatif organisasi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menilai penyelenggaraan Pasanggiri Pencak Silat tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Baca Juga:Arah Pengelolaan Parkir di Kota Tasikmalaya Dinilai Semakin Tidak Efektif, Satgas Akan Menambah PembiayaanWarga Kota Tasikmalaya di 26 Permukiman Minta Bantuan Air Bersih, Distribusi Barus Bisa Dipenuhi untuk 5 Titik

Ia melihat banyak peserta dan pengunjung datang dari luar Kota Tasikmalaya, sehingga memberikan efek terhadap sektor perdagangan dan jasa.

0 Komentar