Viral Video Tindakan Asusila di Jalan HZ Mustofa, Lurah dan Satpol PP Kota Tasikmalaya Cari Pelakunya

Viral video asusila kota tasikmalaya
Lokasi Videotron Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya yang menjadi lokasi tindakan asusila dalam video yang beredar
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Jalan KHZ Mustofa Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan publik. Hal itu setelah viralnya video yang memperlihatkan dua sejoli yang diduga melakukan perbuatan asusila di bawah videotron.

Sorotan publik pun mengemuka, mengingat kawasan tersebut pernah mencuri perhatian pada 2010 saat videotron itu diduga menayangkan video porno akibat flashdisk yang terinfeksi virus.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Muhamad Ajie Mahadika, mengatakan pihaknya bergerak setelah menerima tindak lanjut laporan masyarakat yang ramai beredar di media sosial.

Baca Juga:Arah Pengelolaan Parkir di Kota Tasikmalaya Dinilai Semakin Tidak Efektif, Satgas Akan Menambah PembiayaanWarga Kota Tasikmalaya di 26 Permukiman Minta Bantuan Air Bersih, Distribusi Barus Bisa Dipenuhi untuk 5 Titik

Menurutnya, laporan awal sebenarnya telah masuk ke Satpol PP. Namun, pengaduan tersebut sempat tersampaikan ke Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya sehingga informasi baru diterima aparat Kota Tasikmalaya beberapa waktu kemudian.

“Kami langsung menindaklanjuti setelah menerima informasi. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang aktif melaporkan karena kita semua ingin Kota Tasikmalaya tetap nyaman,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar, Kamis (23/7/2026).

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan warga sekitar memang merasa resah dengan aksi para terduga pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat, pasangan yang diduga melakukan aksi asusila tersebut disebut kerap berada di kawasan itu.

Ajie menyebut pria yang diduga terlibat merupakan pengamen sekaligus pengemis. Sementara perempuan yang bersamanya juga disebut beberapa kali terlihat berada di lokasi tersebut.

“Keterangan warga, mereka memang sering berada di sana. Bahkan warga sudah beberapa kali menegur dan mengusir karena dianggap meresahkan,” bebernya.

Saat ini, kata Ajie, Kelurahan Nagarawangi bersama Satpol PP Kota Tasikmalaya terus melakukan pemantauan. Jika yang bersangkutan kembali ditemukan di lokasi, petugas akan langsung mengamankan untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga:Membentuk Satgas Penertiban Parkir di Kota Tasikmalaya Butuh Tambahan Biaya, Dewan Belum Pahami Konsep DishubDiky Candra Dorong Lansia di Kota Tasikmalaya Tetap Produktif

Menurutnya, apabila ditemukan unsur tindak pidana atau pelanggaran kesusilaan, penanganannya akan dikoordinasikan dengan aparat kepolisian maupun instansi terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

“Kami bergerak satu komando bersama Satpol PP. Kalau ditemukan lagi, tentu akan diamankan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Disinggung mengenai kondisi kawasan di bawah videotron yang dinilai rawan karena minim aktivitas pada malam hari, Ajie mengatakan pihaknya akan berkoordinasi terkait pengelolaan lokasi tersebut.

0 Komentar