RADARTASIK.ID – Pelatih Timnas Irlandia Heimir Hallgrímsson melontarkan pernyataan keras menjelang pertemuan dengan Israel di UEFA Nations League.
Ia menegaskan timnya tidak merasa nyaman dengan situasi tersebut, tetapi memilih tetap bertanding dan menyatukan skuad menghadapi laga yang dibayangi kontroversi politik.
Pertandingan Irlandia melawan Israel memang bukan sekadar duel sepak bola biasa.
Kedua negara akan bertemu dua kali di UEFA Nations League 2026/2027.
Baca Juga:Viktor Gyokeres Tak Ingin Jadi Cadangan Arsenal, Agen Hubungi AC MilanAmorim Minta Gelandang Kidal, AC Milan Bidik Endrick dari Real Madrid
Pertemuan pertama berlangsung pada Minggu, 27 September, di Nagyerdei Stadion, Debrecen, Hungaria. Pertandingan kedua dijadwalkan 4 Oktober di TSC Arena, Bačka Topola, Serbia.
Adapaun laga kedua dipastikan berlangsung tanpa penonton.
Menjelang pertandingan pertama, Hallgrímsson membuat pernyataan yang langsung menjadi sorotan.
“Kami bermain bukan bersama genosida, tetapi melawan genosida. Kami bermain bukan bersama Israel, tetapi melawan Israel,” ujar Hallgrímsson.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika pelatih asal Islandia itu membahas suasana di dalam skuad Irlandia menjelang dua pertandingan kontroversial tersebut.
Ucapannya kemudian memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Israel.
Hallgrímsson mengatakan dirinya telah berbicara secara pribadi dengan seluruh pemain.
“Saya sudah berbicara secara individual dengan semuanya. Tidak seorang pun dari kami merasa nyaman memainkan pertandingan ini. Namun, setelah kami memutuskan untuk tetap bermain, kami merapatkan barisan dan bermain sebagai satu kesatuan,” katanya.
Pelatih Irlandia itu juga mempertanyakan perbedaan perlakuan terhadap Rusia dan Israel dalam sepak bola internasional.
Baca Juga:Juventus Buru Kiper asal Brasil, Disiapkan untuk Gantikan Kamil GrabaraDavide Frattesi Penyesalan Terbesar Inter di Bursa Transfer: Dilepas Murah, Jadi Mesin Gol Gattuso di Lazio
“Saya belum menerima penjelasan mengapa Rusia dikeluarkan sementara Israel tidak. Saya belum pernah menghadapi situasi seperti ini sepanjang hidup saya,” ujar Hallgrímsson.
Ia mengakui pernyataannya mungkin telah menyentuh wilayah yang seharusnya tidak ia masuki.
“Mungkin saya menyentuh beberapa hal yang seharusnya tidak saya bahas. Saya mungkin mengatakan beberapa hal yang seharusnya tidak saya katakan. Tetapi saya berusaha jujur dan menjelaskan dengan jelas apa yang saya pikirkan,” lanjutnya.
Pernyataan Hallgrímsson tidak dibiarkan begitu saja.
Federasi Sepak Bola Israel memberikan respons keras dan menyerang sang pelatih secara langsung.
