TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Krisis air bersih di musim kemarau ini masih melanda masyarakat di beberapa permukiman. BPBD Kota Tasikmalaya pun kebanjiran “orderan” berupa permintaan bantuan air bersih.
Hujan dengan intensitas sedang dua hari terakhir belum mampu meredakan dampak kemarau. Sumber air di berbagai permukiman belum bisa yang masih kering membuat warga kesulitan dan membutuhkan bantuan pemerintah.
Secara teknis, BPBD Kota Tasikmalaya berkolaborasi dengan beberapa perusahaan untuk memasok bantuan air tersebut. Hal ini merupakan bagian dari komitmen menanggulangi desakan kebutuhan air bersih di masyarakat yang tidak bisa ditawar lagi.
Baca Juga:Membentuk Satgas Penertiban Parkir di Kota Tasikmalaya Butuh Tambahan Biaya, Dewan Belum Pahami Konsep DishubDiky Candra Dorong Lansia di Kota Tasikmalaya Tetap Produktif
Seperti halnya dilakukan BPBD yang dalam satu hari harus menyuplai bantuan air bersih di lima titik berbeda dengan total volume 23.000 liter, Kamis (23/7/2026).
Lima lokasi tersebut meliputi Kampung Ciboeh RW 016 Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari sebanyak 5.000 liter, Kampung Singkup RW 05 Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu sebanyak 5.000 liter, Kampung Cintamanah RW 05 Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu sebanyak 5.000 liter, Kampung Munjul Cagak RW 07 Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi sebanyak 4.000 liter, serta Kampung Babakan Kadu RW 10 Kelurahan Sambongpari Kecamatan Mangkubumi sebanyak 4.000 liter.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova mengatakan pendistribusian dilakukan berdasarkan surat permohonan warga yang telah melalui proses verifikasi lapangan.
“Dari data yang didapat ada surat yang sudah diverifikasi dan hari ini kita lakukan pendistribusian,” ujarnya.
Ia memperkirakan bantuan tersebut menyasar sekitar 500 jiwa. Setiap RT yang terdampak dihuni sekitar 15 hingga 20 kepala keluarga sehingga kebutuhan air bersih masih cukup tinggi.
Budi menjelaskan, BPBD tetap melakukan verifikasi terhadap setiap usulan bantuan. Langkah tersebut bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan memastikan data dan kondisi di lapangan sesuai agar distribusi tepat sasaran.
“Yang lain akan dilakukan pendistribusian, tetapi surat yang diusulkan sedang diverifikasi untuk kelengkapan di lokasi. Ini bukan mempersulit, tetapi melengkapi data,” katanya.
Baca Juga:Pemangkasan TPP ASN Pemkot Tasikmalaya Diusulkan 40%Imbalan 5% Tidak Berubah, Vendor Desak Pembentukan Satgas Penertiban Parkir di Kota Tasikmalaya
Saat ini BPBD telah menerima 26 permohonan bantuan air bersih. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 permohonan telah direalisasikan, sementara 16 hingga 17 permohonan masih menunggu proses distribusi yang dijadwalkan kembali pada pekan depan.
