Camat, Lurah dan UPTD Monitor! Depo Sampah Dadaha Jangan Sampai Jadi TPS Liar Setelah Ditutup

penutupan depo Sampah Dadaha
Pengendara motor melintasi SPA Dadaha yang masih memperlihatkan tumpukan sampah setelah resmi ditutup total, Jumat (24/7/2026). (Foto: Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Ditutupnya Stasiun Peralihan Antara (SPA) atau Depo Sampah Dadaha pun menjadi babak baru penataan kawasan pusat olahraga sekaligus ruang publik di Kota Tasikmalaya, Rabu (22/7/2026). Hal ini mendapatkan banyak respons positif dari masyarakat sekaligus kekhawatiran kawasan tersebut malah menjadi TPS liar.

Warga Kecamatan Tawang, Dedi Ruswendi (72), mengaku selama bertahun-tahun aktivitas olahraganya terganggu akibat bau sampah yang menyengat, terutama saat akhir pekan ketika volume sampah meningkat.

“Selama ini memang sangat terganggu. Sampahnya sering melimpah sampai ke jalan, apalagi saat akhir pekan. Tentu mengganggu kenyamanan warga yang sedang berolahraga,” tuturnya saat berolahraga di kawasan Dadaha.

Baca Juga:Viral Video Tindakan Asusila di Jalan HZ Mustofa, Lurah dan Satpol PP Kota Tasikmalaya Cari PelakunyaArah Pengelolaan Parkir di Kota Tasikmalaya Dinilai Semakin Tidak Efektif, Satgas Akan Menambah Pembiayaan

Meski mendukung penuh penutupan SPA atau Depo Sampah Dadaha, Dedi mengingatkan agar pemerintah tidak berhenti pada kebijakan menutup lokasi lama, tetapi juga memastikan tempat pembuangan pengganti benar-benar siap digunakan.

“Jangan sampai setelah ditutup malah muncul titik-titik pembuangan liar baru karena akses TPS penggantinya belum optimal,” katanya.

Menurutnya, kawasan Dadaha kini jauh lebih nyaman digunakan masyarakat untuk berolahraga karena sudah terbebas dari aroma sampah yang selama ini menjadi keluhan.

Hal senada disampaikan Irmawati (27), pegiat olahraga asal Tasikmalaya. Ia menilai penutupan SPA Dadaha merupakan keputusan yang sudah lama dinantikan masyarakat.

“Sangat bagus. Ini memang yang diharapkan sejak dulu. Dulu kalau olahraga sering tercium bau menyengat, apalagi saat musim hujan,” tambahnya.

Irma berharap DLH meningkatkan armada dan frekuensi pengangkutan sampah di TPS tujuan agar persoalan penumpukan tidak sekadar berpindah lokasi.

Kebijakan tersebut menjadi langkah tegas untuk menata kawasan publik Dadaha yang selama ini kerap dikeluhkan karena bau menyengat dan tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan.

Baca Juga:Warga Kota Tasikmalaya di 26 Permukiman Minta Bantuan Air Bersih, Distribusi Barus Bisa Dipenuhi untuk 5 TitikMembentuk Satgas Penertiban Parkir di Kota Tasikmalaya Butuh Tambahan Biaya, Dewan Belum Pahami Konsep Dishub

Penutupan itu tertuang dalam Surat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya Nomor 600.4.15.1/1808/Bid PS/2026 tertanggal 22 Juli 2026 tentang Pemberitahuan Penutupan SPA Sampah Dadaha.

Dalam surat tersebut, DLH meminta Camat Cihideung, Camat Tawang, Lurah Nagarawangi, Lurah Kahuripan hingga Kepala UPTD Pengelola Kompleks Dadaha melakukan pengawasan pascapenutupan sekaligus menyosialisasikan pengalihan lokasi pembuangan sampah kepada masyarakat, pengelola sampah, hingga pelaku usaha di sekitar kawasan Dadaha.

0 Komentar