“Ini sedikit banyak memberikan perubahan terhadap perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya. Tadi saya lihat banyak yang datang dari Garut, Ciamis dan daerah lainnya. Ini menunjukkan Tasikmalaya sudah menjadi episentrum kegiatan di wilayah Priangan Timur,” tuturnya.
Menurut Diky, pemerintah kota memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas penyelenggaraan serta kehadiran dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya, meski diakuinya masih dilakukan di tengah berbagai keterbatasan.
Lebih jauh, ia berharap pelestarian pencak silat tidak berhenti pada pertunjukan semata, tetapi mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM. Ia mencontohkan produksi pakaian pangsi, iket, sabuk hingga perlengkapan pencak silat yang dapat menjadi produk khas Tasikmalaya.
Baca Juga:Camat, Lurah dan UPTD Monitor! Depo Sampah Dadaha Jangan Sampai Jadi TPS Liar Setelah DitutupViral Video Tindakan Asusila di Jalan HZ Mustofa, Lurah dan Satpol PP Kota Tasikmalaya Cari Pelakunya
“Kalau seni budaya ini berkembang, manfaatnya bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi juga bisa menciptakan peluang usaha bagi UMKM. Jadi efeknya bisa dirasakan banyak pihak,” jelasnya. (rezza rizaldi)
