TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Meninggalnya seorang siswa SMPN 1 Cineam usai tenggelam di sungai yang berada di sekitar Bendungan Leuwikeris menjadi perhatian publik. Korban diduga mengalami henti napas dan jantung sesaat setelah tenggelam.
Sayangnya, tidak ada orang yang bisa melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) secara tepat di lokasi, sehingga pelajar tersebut tak dapat diselamatkan. Penanganan darurat hanya dilakukan berdasarkan pengetahuan dasar yang minim.
Peristiwa itu kemudian viral di media sosial dan mendapat beragam tanggapan masyarakat. Salah satunya muncul desakan terkait pentingnya edukasi pertolongan pertama atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) pada korban tenggelam agar peluang untuk selamat dapat meningkat sebelum mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga:TPP Akan Dipotong, Keluarga ASN Tertekan!Tim Pengabdian Dosen Unsil Beri Pelatihan Pemanfaatan AI kepada 25 Guru di Purbaratu Tasikmalaya
CPR atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan prosedur pertolongan darurat untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah pada seseorang yang mengalami henti jantung atau henti napas. Baik akibat insiden tenggelam atau lainnya.
Seperti ditulis akun @raixxx di postingan video radartasik.id di Instagram. Ia menyarankan agar setiap orang memiliki pengetahuan basic tentang CPR untuk memudahkan pertolongan pertama ketika ada kasus darurat seperti yang terjadi di Cineam tersebut.
“Bukannya mau nge judge ya temen” tapi alangkah baik setiap orang tahu basic dari CPR agar me maximalkan pertolongan pertama pada saat kondisi darurat seperti ini,” tulisnya.
Hal serupa disampaikan @henxxx yang mengingatkan betapa pentingnya pengetahuan tentang pertolongan pertama pada saat mendapati situasi darurat. Masyarakat disebut perlu pengetahuan dasar penanganan darurat sebelum bantuan atau tenaga medis dating.
“tah eta pentingna edukasi pertolongan pertama teh barudak, tapi ni asa ewh arahan ti pamarentah jang ngayakeun penyuluhan kana hal kararitu,” tulisnya.
Hal serupa disampaikan @pflvxxx yang menyebut edukasi CPR masih sangat asing di masyarakat. Padahal beragam kejadian seringkali memerlukan tindakan darurat dari orang yang ada di sekitar lokasi.
“Sayang bgttt CPR terasa asing bagi warga, harusnya kalo belum lama masih ada kemungkinan bisa selamat kalo ada yang berusaha CPR, cuma susah kalo emang gaada yang bisa di lokasinya,” ungkap dia.
