Kasus Siswa Tenggelam di Leuwikeris Picu Desakan Edukasi CPR untuk Masyarakat

CPR Tasikmalaya
Gambar ilustrasi pertolongan pertama: AI.ChatGPT.
0 Komentar

Terdapat persentase kemungkinan korban dapat diselamatkan. Hal itu sangat dipengaruhi oleh faktor durasi atau waktu kejadian serta kecepatan penanganan yang efektif.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya kemampuan pertolongan pertama.

Menurutnya, pengetahuan dasar mengenai Bantuan Hidup Dasar tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga perlu dimiliki masyarakat sebagai first responder sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Baca Juga:TPP Akan Dipotong, Keluarga ASN Tertekan!Tim Pengabdian Dosen Unsil Beri Pelatihan Pemanfaatan AI kepada 25 Guru di Purbaratu Tasikmalaya

Dengan semakin luasnya pelatihan CPR, BHD, dan RJP hingga tingkat desa dan kecamatan, diharapkan masyarakat mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan sesuai prosedur ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

“Dengan begitu risiko kematian akibat henti napas maupun henti jantung dapat ditekan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMPN 1 Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia setelah tenggelam di sungai yang berada di kawasan Bendungan Leuwikeris, Minggu (26/7/2026). Korban diketahui bernama Alif Albar Purnama, siswa kelas VII SMPN 1 Cineam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebelumnya berenang di aliran sungai di bawah Jembatan Haurseah, kawasan Leuwikeris. Diduga korban tidak menguasai kemampuan berenang serta tidak mengetahui kondisi kedalaman sungai sehingga akhirnya tenggelam.

Peristiwa tersebut diketahui setelah ibu korban menyadari anaknya tenggelam. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar agar segera membantu menyelamatkan korban.

Warga yang berada di lokasi langsung melakukan upaya penyelamatan dengan mengevakuasi korban dari dalam sungai. Korban sempat mendapatkan pertolongan darurat, termasuk upaya mengeluarkan air dari tubuhnya. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. (R Robi Ramdan)

0 Komentar