Tiga Jabatan Eselon II Diisi, Wali Kota Tasikmalaya Tantang Kepala OPD Baru Tinggalkan Ego Sektoral

pelantikan eselon II Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat melantik tiga pejabat eselon II di GCC, Jumat (10/7/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kekosongan tiga jabatan strategis Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya akhirnya terisi.

Namun, pelantikan yang digelar Jumat (10/7/2026) bukan sekadar seremoni pergantian pejabat.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan justru melempar tantangan besar kepada para pejabat baru agar meninggalkan ego sektoral dan bergerak cepat menyelesaikan persoalan masyarakat.

Tiga pejabat yang dilantik di Gedung Creative Centre (GCC) Kota Tasikmalaya itu masing-masing Budi Martanova sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rahman sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos), serta Nanang Suhara sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA).

Baca Juga:Sabtu Malam Longser Bangkit Lagi di Tasikmalaya, Tamu Agung Jadi Obat Rindu Setelah Vakum 10 TahunCegah Stunting Tak Cukup Andalkan Suplemen, Nutraceutical dan Probiotik dari Pangan Lokal Bisa Jadi Solusi

Sebelum dipercaya memimpin BPBD, Budi Martanova menjabat Wakil Direktur Umum RSUD dr Soekardjo.

Rahman sebelumnya merupakan Camat Cibeureum, sedangkan Nanang Suhara menjabat Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar).

Wali Kota Viman menegaskan, ketiga jabatan tersebut bukan hanya soal mengisi kursi yang kosong, melainkan mengemban amanah masyarakat dengan target kerja yang jelas.

Khusus kepada Kepala BPBD yang baru, Viman meminta agar paradigma penanggulangan bencana diubah dari sekadar respons menjadi lebih mengedepankan mitigasi dan perencanaan.

“BPBD harus mampu merencanakan, memitigasi, baru kemudian menangani ketika bencana terjadi. Jangan sampai kita selalu kaget menghadapi bencana,” tegasnya kepada Radar.

Menurut dia, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran. Sumber daya manusia, kecepatan bergerak, loyalitas, dan kemauan bekerja menjadi modal utama dalam menghadapi potensi bencana di Kota Tasikmalaya.

Untuk Kepala Dinas Sosial yang baru, Viman memberikan target yang tidak kalah berat.

Baca Juga:Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Tasikmalaya yang Beraksi di 9 TKP, Satu Pelaku DPOKomplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi Dibekuk Polisi! 58 Kartu Bank Disita, Terhenti di Kota Tasikmalaya

Dinsos dinilai menjadi motor utama dalam upaya pengentasan kemiskinan, termasuk menyukseskan program Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun ini.

“Dinsos merupakan dinas yang sangat vital karena berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan dan menjadi dinas koordinator berbagai program sosial,” terangnya.

Sementara itu, kepada Kepala DPPKBPPPA, Viman berharap mampu memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.

Menurutnya, persoalan ekonomi, pendidikan hingga perlindungan anak bermula dari keluarga yang sehat dan kuat.

0 Komentar