Tiga Jabatan Eselon II Diisi, Wali Kota Tasikmalaya Tantang Kepala OPD Baru Tinggalkan Ego Sektoral

pelantikan eselon II Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat melantik tiga pejabat eselon II di GCC, Jumat (10/7/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Ia menyebut sosok Nanang Suhara memiliki pengalaman yang relevan karena pernah bertugas di sektor pendidikan maupun kepemudaan, sehingga diharapkan mampu menghadirkan pendidikan keluarga hingga ke tingkat rumah tangga.

“Ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, sampai pendidikan itu berawal dari keluarga. Saya ingin peran ayah dan ibu semakin kuat di masyarakat,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Viman juga mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah agar tidak terjebak dalam ego sektoral.

Baca Juga:Sabtu Malam Longser Bangkit Lagi di Tasikmalaya, Tamu Agung Jadi Obat Rindu Setelah Vakum 10 TahunCegah Stunting Tak Cukup Andalkan Suplemen, Nutraceutical dan Probiotik dari Pangan Lokal Bisa Jadi Solusi

Ia menilai tantangan pembangunan saat ini hanya bisa diselesaikan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.

“Kita bukan Superman. Ego sektoral harus dihilangkan. Budaya ngobrol, ngopi, berdiskusi antar dinas harus lebih rutin agar program strategis nasional, program daerah, hingga pelayanan rutin bisa berjalan efektif,” tandasnya.

Pelantikan kali ini juga memiliki nuansa berbeda karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di Gedung Creative Centre (GCC), bukan di Balai Kota.

Menurut Viman, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aset daerah agar lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia berharap GCC menjadi ruang yang semakin aktif sebagai pusat kreativitas, inovasi anak muda, sekaligus lokasi penyelenggaraan berbagai agenda pemerintahan.

Di sisi lain, Viman memastikan proses pengisian jabatan Eselon III dan Eselon IV masih berlangsung.

Pengisian jabatan tersebut akan menggunakan sistem manajemen talenta berbasis aplikasi Simata yang terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Baca Juga:Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Tasikmalaya yang Beraksi di 9 TKP, Satu Pelaku DPOKomplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi Dibekuk Polisi! 58 Kartu Bank Disita, Terhenti di Kota Tasikmalaya

Menurutnya, pemerintah tidak ingin terburu-buru menempatkan pejabat hanya untuk mengisi kekosongan.

Sebab, kursi yang cepat terisi tetapi salah orang hanya akan melahirkan birokrasi yang berjalan di tempat.

“Yang kita cari bukan sekadar mengisi kursi, tetapi memastikan orang yang tepat berada di posisi yang tepat agar kinerjanya maksimal,” pungkasnya. (rezza rizaldi)

0 Komentar