Warga Situgede Ciamis Swadaya Bangun Jalan Desa, Perbaiki Ruas Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Gotong royong bangun jalan
Warga Dusun Situgede Desa Sagalaherang Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis rela swadaya masyarakat dan gotong royong dalam memperbaiki jalan desa. (Tangkap Layar)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Warga Dusun Situgede, Desa Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, bergotong royong memperbaiki jalan desa yang rusak melalui swadaya masyarakat. Perbaikan dilakukan dengan pengecoran beton setelah kondisi jalan dinilai semakin memburuk dan belum mendapat penanganan.

Aksi swadaya tersebut menjadi perhatian setelah diunggah melalui akun TikTok Situgede Info. Dalam unggahan itu disampaikan pesan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengenai pembangunan jalan desa yang dilakukan menggunakan dana swadaya masyarakat dan gotong royong.

Dalam unggahan yang dipublikasikan pada 15 April 2026 itu juga disebutkan bahwa pada 2022 pernah ada janji perbaikan jalan oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.

Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga

Namun hingga kini, warga justru harus membangun jalan secara mandiri. Pengecoran telah mencapai titik kedua sepanjang sekitar 300 meter dengan lebar tiga meter, sementara ruas jalan yang masih rusak diperkirakan masih tersisa sekitar satu kilometer.

Wakil Karang Taruna Dusun Situgede, Desa Sagalaherang, Dika Dian Nugraha membenarkan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, jalan desa terakhir kali diaspal pada 2017 dan sejak itu terus mengalami kerusakan.

“Rusaknya jalan karena kualitas aspal, waktu lama belum diperbaiki, dan truk membawa muatan kayu,”katanya kepada Radar, Jumat (31/7/2026).

Karena jalan tak kunjung diperbaiki, warga kemudian berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya. Setiap pemilik sepeda motor dikenai iuran Rp50 ribu, sedangkan pemilik mobil Rp100 ribu. Selain itu, bantuan juga datang dari para donatur, baik pengusaha di sekitar desa maupun pengusaha asal desa yang telah sukses di berbagai kota.

“Uang iuran dan donatur tersebut dipergunakan untuk membeli material untuk pengecoran jalan yang rusak tiga titik jalan, sekarang baru sampai titik kedua lebih dari 500 meter. Sedangkan dalam pengerjaan pun dilakukan gotong royong demi jalan yang bagus,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP) Kabupaten Ciamis, Taufik Gumelar, mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang berinisiatif membangun desanya, termasuk dalam perbaikan jalan.

“Alhamdulillah masyarakat luar biasa gotong royong jalan desa tersebut,” katanya.

0 Komentar