Sabtu Malam Longser Bangkit Lagi di Tasikmalaya, Tamu Agung Jadi Obat Rindu Setelah Vakum 10 Tahun

pementasan Longser Tamu Agung
Para seniman longser sedang melakukan persiapan pementasan Tamu Agung di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT), Kamis (9/7/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Setelah sekitar satu dekade tak lagi hadir dalam format yang benar-benar membaur dengan masyarakat, seni teater rakyat Longser akan kembali menyapa warga Tasikmalaya.

Yayasan Silih Anjang Sono bersama Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya akan mementaskan Tamu Agung, adaptasi naskah karya Nikolai Gogol ke dalam teater rakyat Longser, pada Sabtu malam (11/7/2026) pukul 19.30 di Lapangan Balai Kota Tasikmalaya.

Pementasan yang terbuka gratis untuk masyarakat itu menjadi bagian dari ikhtiar menghidupkan kembali denyut kesenian rakyat Sunda yang belakangan semakin jarang dipentaskan di ruang publik.

Baca Juga:Cegah Stunting Tak Cukup Andalkan Suplemen, Nutraceutical dan Probiotik dari Pangan Lokal Bisa Jadi SolusiPolisi Bongkar Jaringan Curanmor Tasikmalaya yang Beraksi di 9 TKP, Satu Pelaku DPO

Kegiatan tersebut juga didukung Dana Indonesiaraya 2025 kategori Pemanfaatan Ruang Publik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Sutradara pementasan, Pongkir Wijaya, mengatakan Longser di Tasikmalaya mengalami kevakuman cukup panjang.

Berdasarkan evaluasinya, sekitar sepuluh tahun terakhir belum ada lagi pertunjukan Longser yang benar-benar menyatu dengan masyarakat tanpa sekat antara pemain dan penonton.

“Jika kita evaluasi, selama sepuluh tahun terakhir belum ada lagi pertunjukan Longser di Tasikmalaya yang benar-benar inklusif dan melebur tanpa sekat bersama warga,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat sebagian generasi muda tumbuh tanpa pernah menyaksikan langsung Longser.

Padahal, teater rakyat ini bukan hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kritik sosial, pendidikan budaya, sekaligus media mempererat hubungan antarmasyarakat.

Di tengah derasnya arus hiburan digital, Longser menghadapi tantangan besar.

Perubahan pola konsumsi hiburan membuat seni pertunjukan tradisional kerap dipandang kurang menarik oleh generasi muda.

Baca Juga:Komplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi Dibekuk Polisi! 58 Kartu Bank Disita, Terhenti di Kota TasikmalayaWajib Halal 2026 Menghitung Mundur, UMKM Kota Tasikmalaya Didorong Berlari

Belum lagi semakin sempitnya ruang publik yang dahulu menjadi habitat alami pertunjukan Longser.

Meski demikian, Longser dinilai memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Selama karakter utamanya tetap terjaga—mulai dari humor, satire sosial, musik tatalu hingga kedekatan dengan penonton—Longser masih memiliki ruang untuk kembali hidup di tengah masyarakat.

Karena itu, pementasan Tamu Agung tidak sekadar menghadirkan sebuah pertunjukan.

Agenda tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan Longser di Tasikmalaya sekaligus memperkenalkan kembali teater rakyat kepada generasi yang selama ini hanya mengenalnya dari cerita.

0 Komentar