TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya menekan angka stunting tak cukup hanya mengandalkan program pemberian makanan tambahan.
Pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber nutraceutical dan probiotik dinilai menjadi strategi yang lebih berkelanjutan untuk meningkatkan gizi sekaligus memperkuat imunitas masyarakat.
Gagasan tersebut diperkenalkan Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di wilayah kerja Puskesmas Cikoneng, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga:Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Tasikmalaya yang Beraksi di 9 TKP, Satu Pelaku DPOKomplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi Dibekuk Polisi! 58 Kartu Bank Disita, Terhenti di Kota Tasikmalaya
Kegiatan ini mengusung tema Intervensi Suplementasi PMT Nutraceutical Sumber Daya Pangan Lokal untuk Penurunan Prevalensi Balita Stunting serta Pemanfaatan Probiotik Berbasis Bahan Lokal sebagai Upaya Penurunan Stunting dan Peningkatan Imunitas.
Melalui kegiatan tersebut, akademisi memperkenalkan hasil riset yang memanfaatkan potensi pangan lokal menjadi sumber nutraceutical dan probiotik.
Pendekatan ini diyakini mampu menjadi solusi yang mudah diterapkan masyarakat sekaligus berkelanjutan dalam mencegah stunting.
Apt. Shandra Isasi Sutiswa, S.Farm., M.S.Farm. menjelaskan, stunting masih menjadi persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, edukasi masyarakat harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yang kaya nutrisi.
“Stunting masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Karena itu diperlukan upaya kolaboratif melalui edukasi serta pemanfaatan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi sebagai salah satu langkah pencegahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk nutraceutical bernilai kesehatan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga:Wajib Halal 2026 Menghitung Mundur, UMKM Kota Tasikmalaya Didorong BerlariParkir Digarap Pihak Ketiga, DPRD Kota Tasikmalaya Wanti-Wanti Jangan Bikin Rugi Daerah
“Potensi pangan lokal yang kita miliki sangat besar dan dapat diolah menjadi nutraceutical yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Selain mudah diperoleh, pemanfaatannya juga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Apt. Nunung Yulia, M.Si. menuturkan, probiotik berbasis bahan lokal memiliki prospek besar dalam meningkatkan kesehatan keluarga.
Selain menjaga keseimbangan mikrobiota usus, probiotik juga berperan meningkatkan daya tahan tubuh dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Probiotik bukan hanya membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan sistem imun. Dengan memanfaatkan bahan lokal, masyarakat dapat membuat produk probiotik secara sederhana sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tuturnya.
