Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Latih Kader Tangani Henti Jantung Sebelum ke Rumah Sakit

Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Tim Dosen Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melakukan pengabdian masyarakat di wilayah Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya, pada Sabtu, 25 Juni 2026. (ist)
0 Komentar

“Kader dipilih dalam kegiatan penanganan korban gawat darurat henti jantung ini, karena mereka merupakan warga masyarakat yang dipilih masyarakat oleh masyarakat serta bekerja dengan sukarela untuk membantu peningkatan kesehatan masyarakat,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, para kader diharapkan mampu mengenali tanda-tanda serangan jantung serta memberikan bantuan hidup dasar kepada korban. Materi disampaikan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan simulasi.

“Dengan dilakukannya pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini dapat mengurangi serta memperkecil angka kematian yang diakibatkan karena serangan jantung. Arah kegiatan ini supaya kader mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali tanda kegawatan serangan jantung,” ujarnya.

Baca Juga:Andai Aku Jadi Wali Kota Tasikmalaya (Part 2)Kadis yang Tidak Suka Basa- Basi!

Pelatihan diawali dengan pretest, dilanjutkan pemberian materi mengenai penyebab kegawatan jantung, tanda dan gejala serangan jantung, penanganan henti jantung, hingga pertolongan pertama pada kasus tersedak. Setelah itu peserta mengikuti posttest, demonstrasi penanganan korban oleh tim, simulasi oleh para kader, serta uji praktik. Kemampuan kader juga akan dievaluasi kembali satu bulan setelah pelatihan melalui penilaian terhadap peserta yang dipilih secara acak.

“Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan ada peningkatan pemahaman dan keterampilan kader dalam penangan tersedak dan henti jantung pre hospital, sehingga dampaknya diharapkan terjadi penurunan angka kematian kasus henti jantung karena penanganan yang terlambat atau tidak tepat dan derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat,” katanya.

Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui edukasi, pemberdayaan, pendampingan, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, dosen berupaya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang berkarakter, profesional, dan berdaya saing global.

“Adanya semangat kolaborasi dan pengabdian ini, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan yang berdampak positif, sekaligus memperkuat peran institusi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang unggul di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya. (Fatkhur Rizqi)

0 Komentar