Langgam Pustaka Bagikan 100 Buku Gratis di Taman Dadaha, Langsung Ludes Kurang dari 30 Menit

Langgam Pustaka Bagikan Buku Gratis
Warga Tasikmalaya antusias mengikuti program donasi 100 buku untuk Tasikmalaya di Kawasan Dadaha, Selasa (28/7/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Program donasi 100 buku untuk Tasikmalaya yang digelar Langgam Pustaka di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Selasa (28/7/2026), disambut antusias masyarakat. Seluruh buku yang disediakan habis diserbu warga dalam waktu kurang dari 30 menit.

Founder Langgam Pustaka, Mufidz Athariq, menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Langgam Pustaka untuk mendekatkan buku kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya membaca masyarakat Tasikmalaya.

Menurut dia, program berbagi buku ini sebenarnya telah lama dijalankan Langgam Pustaka. Namun sebelumnya kegiatan lebih banyak dilaksanakan di sekolah. Kini, pihaknya mencoba menghadirkannya di ruang terbuka agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:TPP Akan Dipotong, Keluarga ASN Tertekan!Tim Pengabdian Dosen Unsil Beri Pelatihan Pemanfaatan AI kepada 25 Guru di Purbaratu Tasikmalaya

“Tujuan utamanya tentu meningkatkan minat baca masyarakat. Kondisi ekonomi saat ini membuat banyak orang lebih mengutamakan kebutuhan pokok daripada membeli buku. Karena itu kami menyisihkan sedikit demi sedikit keuntungan setiap bulan untuk membeli buku dan membagikannya secara gratis,” ujarnya.

Menurut Mufidz, antusiasme masyarakat yang datang mengambil buku menunjukkan bahwa warga Tasikmalaya sebenarnya memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap aktivitas membaca. Persoalannya, kata dia, akses terhadap buku-buku berkualitas masih terbatas.

Hal itu, lanjut dia, juga tercermin dari aktivitas di Langgam Coffee and Book yang dikelolanya. Banyak pengunjung datang bukan untuk menikmati kopi, melainkan khusus untuk membaca buku.

“Ternyata masyarakat mau membaca. Mungkin yang masih kurang adalah akses dan sarananya. Karena itu kami ingin mendekatkan buku kepada masyarakat,” katanya.

Seluruh buku yang dibagikan merupakan buku bergenre sastra yang terdiri atas 10 judul, masing-masing disediakan sebanyak 10 eksemplar meliputi novel, kumpulan cerpen, dan kumpulan puisi. Seluruhnya merupakan buku-buku yang pernah memperoleh penghargaan sepanjang 2017 hingga 2026.

Mufidz menjelaskan pihaknya sengaja memilih buku-buku berkualitas agar pembaca memperoleh pengalaman membaca yang berkesan. Ia berharap satu buku yang menarik dapat menjadi awal tumbuhnya kebiasaan membaca.

“Kami tidak asal membagikan buku. Harapannya masyarakat menemukan buku yang benar-benar mereka sukai sehingga setelah itu terdorong untuk terus membaca,” ucapnya.

Baca Juga:Dari Hari Jadi Menuju Hari Depan: Mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang Maju dan SejahteraSulalatul Huda dan Sebelas Penjaga Amanah!

Menurutnya, karya sastra bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga mampu memperhalus budi pekerti dan membangun kepekaan sosial. Di tengah berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, sastra dinilai dapat menghadirkan ketenangan sekaligus memperkaya cara berpikir seseorang.

0 Komentar