RADARTASIK.ID – Como 1907 bersiap menjalani malam bersejarah ketika menjamu RB Leipzig dalam debut mereka di Liga Champions UEFA 2026/2027.
Pertandingan Como vs RB Leipzig akan berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Jumat, 11 September 2026 pukul 02.00 WIB.
Laga ini menjadi penampilan pertama dalam sejarah Como di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Baca Juga:Fans Al-Hilal Minta Simone Inzaghi Dipecat: Ditumbangkan Neom Meski Habiskan Dana Transfer Rp4 TriliunOmari Hutchinson, Pemain Baru AC Milan Mengaku Tak Menonton Serie A
Pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan bahwa status laga sebagai debut bersejarah tidak boleh membuat timnya kehilangan fokus.
Menurutnya, pertandingan melawan RB Leipzig harus diperlakukan seperti pertandingan lainnya dengan satu target utama, yakni kemenangan.
Fabregas menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan dukungan kepada pemain kami, Roberta Picchi. Kami adalah sebuah keluarga dan kami memberikan pelukan besar kepadanya. Kami bersamanya,” kata Fabregas.
“Besok adalah pertandingan seperti pertandingan lainnya. Kami harus mencoba menang seperti biasanya. Saya memahami emosi yang dirasakan kota dan klub, tetapi kami harus mampu memahami bahwa ini tetap sebuah pertandingan sepak bola,” lanjutnya.
Fabregas menyadari RB Leipzig bukan lawan sembarangan. Klub asal Jerman itu memiliki pengalaman dan budaya kompetitif yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.
“Mereka adalah tim hebat. Kami harus memanfaatkan pertandingan ini untuk berkembang. Mereka adalah tim besar dan kami ingin berada di level terbaik. Kita lihat bagaimana hasilnya, tetapi kami memiliki kepercayaan diri,” ujarnya.
Salah satu keputusan yang harus dibuat Fabregas adalah menentukan pemain yang akan diturunkan sejak menit pertama.
Baca Juga:Mengapa Lazio Bisa Rekrut Diogo Leite untuk Gantikan Romagnoli Setelah Bursa Transfer DitutupAlasan Kocak Matvey Safonov Jadi Kiper: “Saya Benci Berlari”
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa pengalaman bermain di Liga Champions bukan faktor utama dalam menentukan susunan pemain.
“Saya akan memilih pemain yang menurut saya paling membantu mencapai tujuan kami, yaitu kemenangan. Kalian sudah mengenal saya selama dua setengah tahun. Saya tidak terlalu memikirkan pengalaman,” katanya.
Fabregas bahkan menilai pengalaman tidak otomatis menjamin seorang pemain mampu tampil baik.
“Apa artinya pengalaman? Saya bisa menunjukkan kepada Anda pemain yang sudah memainkan 100 pertandingan di Liga Champions tetapi tetap melakukan kesalahan. Pilihan yang tepat adalah pemain yang menurut saya paling bisa membantu kami menang,” tegasnya.
