Alasan Kocak Matvey Safonov Jadi Kiper: “Saya Benci Berlari” 

Matvey Safonov
Matvey Safonov  Foto: Tangkapan layar Instagram@motya_39 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Ada kisah unik di balik perjalanan Matvey Safonov hingga menjadi salah satu penjaga gawang Paris Saint-Germain (PSG).

Kiper asal Rusia itu ternyata tidak sejak awal bercita-cita menjadi penjaga gawang.

Safonov justru mengaku pilihannya menempati posisi di bawah mistar berawal dari sebuah kebetulan.

Baca Juga:Malick Thiaw: Mantan Pemain AC Milan yang Kini Jadi Rebutan Liverpool dan Manchester UnitedInter Milan Tumbang di Kandang Madrid, Sabatini Soroti Blunder Konyol Martinez

Ketika masih duduk di bangku sekolah, seorang pencari bakat datang untuk mencari pemain-pemain muda dengan postur tubuh tinggi.

Safonov, yang memiliki postur ideal untuk seorang penjaga gawang, akhirnya ditempatkan di bawah mistar ketika mengikuti sesi latihan kedua di akademi FC Krasnodar.

Keputusan tersebut ternyata menjadi awal dari karier profesionalnya.

“Berjalan dengan sangat baik. Saya benci berlari dan lebih suka membiarkan orang lain yang melakukannya,” kata Safonov sambil bercanda.

Sebelum menekuni sepak bola, Safonov sebenarnya sempat mencoba berbagai cabang olahraga. Ia pernah berlatih taekwondo dan renang, bahkan bermain catur.

Latar belakang keluarganya juga sangat dekat dengan olahraga. Ayah Safonov merupakan seorang pelatih basket dengan tinggi badan sekitar dua meter.

Namun, sepak bola akhirnya menjadi pilihan Safonov. Ia bergabung dengan akademi Krasnodar dan berkembang hingga menembus tim utama pada 2017.

Selama memperkuat Krasnodar, Safonov tampil dalam 147 pertandingan dan sempat dipercaya menjadi kapten.

Baca Juga:Alphadjo Cisse: Permata Baru AC Milan Andalan AmorimPalermo asuhan Pippo Inzaghi Sapu Bersih Tiga Laga, Kandidat Terkuat Promosi ke Serie A 

Penampilannya di Liga Utama Rusia membuat namanya mulai dikenal dan menarik perhatian klub-klub Eropa.

Pada Juni 2024, PSG memutuskan mendatangkan Safonov dari Krasnodar. Klub asal Paris tersebut dilaporkan mengeluarkan dana sekitar 20 juta euro atau setara Rp400 miliar.

Kepindahan ke PSG menjadi tantangan baru bagi Safonov. Pada musim pertamanya, ia harus menjalani persaingan untuk mendapatkan tempat utama dan lebih sering berperan sebagai pelapis.

Safonov mencatatkan 17 penampilan pada musim pertamanya bersama PSG. Situasi semakin sulit setelah PSG mendatangkan Lucas Chevalier.

Kedatangan Chevalier membuat Safonov sempat kembali ke bangku cadangan selama beberapa bulan. Namun, ia kemudian berhasil mendapatkan kembali kesempatan bermain.

Menurut Safonov, periode dua tahun pertamanya di Paris sangat penting bagi perkembangan kariernya.

“Dua tahun ini sangat krusial. Saya berubah secara mendalam, baik secara mental, fisik maupun taktik,” ungkapnya.

0 Komentar