Safonov juga menyebut Luis Enrique sebagai sosok yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangannya selama berada di PSG.
“Tanpa Luis Enrique, saya tidak akan menjadi penjaga gawang seperti yang Anda lihat sekarang,” kata Safonov.
Perjalanan Safonov menunjukkan bagaimana sebuah keputusan yang awalnya dibuat secara sederhana dapat mengubah masa depan seorang pemain.
Baca Juga:Malick Thiaw: Mantan Pemain AC Milan yang Kini Jadi Rebutan Liverpool dan Manchester UnitedInter Milan Tumbang di Kandang Madrid, Sabatini Soroti Blunder Konyol Martinez
Ia awalnya ditempatkan sebagai penjaga gawang karena memiliki postur tubuh yang sesuai.
Ditambah pengakuannya bahwa dirinya tidak menyukai aktivitas berlari, posisi di bawah mistar justru terasa cocok.
Kini, keputusan tersebut telah membawanya ke salah satu klub terbesar Eropa.
Dari akademi Krasnodar hingga panggung sepak bola Eropa bersama PSG, Safonov membuktikan bahwa seorang pemain terkadang menemukan posisi terbaiknya bukan melalui rencana matang, melainkan lewat sebuah kebetulan.
Dan dalam kasus Safonov, kebetulan itu bermula dari satu alasan yang cukup menggelitik: dia malas berlari.
