Menurut Fabregas, persaingan di dalam skuad Como saat ini semakin ketat. Bahkan, keputusan mengenai pemain yang akan tampil masih bisa berubah hingga mendekati pertandingan.
“Sekarang kami sudah berada di level di mana dua menit sebelum rapat saya masih harus membuat beberapa pilihan. Itu menunjukkan betapa tinggi level kami dan betapa ketat persaingannya,” ungkapnya.
Fabregas juga meminta para pemainnya tidak terlalu larut dalam emosi karena Como untuk pertama kalinya tampil di Liga Champions.
Baca Juga:Fans Al-Hilal Minta Simone Inzaghi Dipecat: Ditumbangkan Neom Meski Habiskan Dana Transfer Rp4 TriliunOmari Hutchinson, Pemain Baru AC Milan Mengaku Tak Menonton Serie A
“Saya memahami bahwa besok akan menjadi pertandingan pertama dalam sejarah Como di Liga Champions. Tetapi bagi kami, ini harus menjadi pertandingan seperti lainnya,” katanya.
Menurut Fabregas, mentalitas Como harus tetap sama seperti ketika mereka memulai perjalanan dari Serie B.
“Saya berharap para pemain masuk ke lapangan dengan pikiran bahwa mereka bisa memenangkan pertandingan, seperti yang kami lakukan sejak saya datang ke Serie B. Tanggung jawab kami adalah memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, yaitu berusaha menang. Itu harus menjadi mentalitas kami,” ujarnya.
Ia ingin emosi mengenai debut Liga Champions cukup dirasakan sebelum pertandingan. Ketika pertandingan dimulai, fokus pemain harus sepenuhnya tertuju pada permainan.
“Saya berharap tim menganggap ini sebagai pertandingan sepak bola seperti yang lain dan emosi itu hanya dirasakan hari ini. Targetnya adalah memikirkan hari ini, bukan besok,” tutur Fabregas.
Fabregas menyadari Liga Champions menghadirkan tantangan berbeda. RB Leipzig terbiasa menghadapi pertandingan di level Eropa dan memiliki pemain-pemain muda dengan intensitas tinggi.
“Serie A memberi Anda lebih banyak dalam satu musim, tetapi besok Leipzig datang ke sini. Mereka sangat kuat dan terbiasa dengan situasi seperti ini. Kami harus memiliki kepribadian,” katanya.
Fabregas juga mengingat kembali pengalamannya sebagai pemain di Liga Champions.
Baca Juga:Mengapa Lazio Bisa Rekrut Diogo Leite untuk Gantikan Romagnoli Setelah Bursa Transfer DitutupAlasan Kocak Matvey Safonov Jadi Kiper: “Saya Benci Berlari”
Menurutnya, kompetisi tersebut menuntut konsentrasi maksimal karena kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
“Pengalaman saya sebagai pemain di Liga Champions membuat saya sadar bahwa waktu berjalan sangat cepat. Saya bahkan tidak ingat pertandingan terakhir yang saya mainkan. Rasanya seperti sudah 50 tahun berlalu,” ujar Fabregas.
